Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Penguatan Keamanan Chokepoints Maritim Global dalam Mendukung Ketahanan Ekonomi Nasional: Studi Geostrategis terhadap Selat Malaka, Laut Natuna Utara, dan Selat Hormuz Muhamad Risahdi; Lukman Yudho Prakoso; Hidayaturrahman Hidayaturrahman; Ceppi Hilmansyah; Yusnaldi Yusnaldi
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 8 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i8.3813

Abstract

Chokepoints maritim merupakan jalur strategis yang berperan penting dalam kelancaran perdagangan internasional, distribusi energi global, dan stabilitas ekonomi dunia. Selat Malaka, Laut Natuna Utara, dan Selat Hormuz merupakan tiga kawasan strategis yang memiliki pengaruh signifikan terhadap ketahanan ekonomi nasional Indonesia. Meningkatnya rivalitas geopolitik, ancaman keamanan maritim, gangguan rantai pasok global, serta konflik regional menjadikan keamanan chokepoints maritim sebagai isu strategis yang memerlukan perhatian serius. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan keamanan maritim Indonesia dalam menghadapi dinamika keamanan pada chokepoints maritim global serta merumuskan strategi penguatan keamanan yang mampu mendukung ketahanan ekonomi nasional. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan keamanan maritim Indonesia telah mengalami kemajuan melalui penguatan kesadaran domain maritim, patroli maritim, kerja sama regional, diplomasi maritim, dan pembangunan kapasitas kelembagaan, namun masih menghadapi tantangan berupa integrasi data maritim yang terbatas, koordinasi lintas sektor yang kurang optimal, ketergantungan pada jalur energi global, dan meningkatnya risiko geopolitik di Indo-Pasifik dan Timur Tengah. Penelitian menyimpulkan bahwa penguatan Maritime Domain Awareness, diplomasi maritim, kerja sama regional, ketahanan logistik nasional, serta integrasi tata kelola keamanan maritim menjadi faktor utama dalam meningkatkan resiliensi ekonomi nasional terhadap dinamika keamanan chokepoints maritim global.
Strategi Adaptif Keamanan Maritim Indonesia dalam Mengantisipasi Eskalasi Konflik Laut Tiongkok Selatan dan Dampaknya Terhadap Stabilitas Sea Power, Human Security, Marine Environment, dan Economic Development Fitry Taufiq; Lukman Yudho Prakoso; Ceppi Hilmansyah; Yusnaldy Yusnaldy; Koko Komarudin
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 8 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i8.3814

Abstract

Eskalasi konflik di Laut Tiongkok Selatan menjadi salah satu tantangan utama keamanan maritim kawasan Indo-Pasifik yang berpotensi memengaruhi stabilitas politik, ekonomi, lingkungan, dan keamanan manusia. Konflik tersebut tidak hanya melibatkan klaim teritorial antarnegara, tetapi juga berkaitan dengan rivalitas geopolitik global, kebebasan navigasi, keamanan jalur perdagangan internasional, serta eksploitasi sumber daya laut. Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dan negara yang berbatasan dengan Laut Natuna Utara memiliki kepentingan strategis dalam menjaga stabilitas kawasan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi strategi keamanan maritim Indonesia saat ini dalam mengantisipasi eskalasi konflik Laut Tiongkok Selatan serta merumuskan strategi adaptif yang mampu memperkuat stabilitas Sea Power, Human Security, Marine Environment, dan Economic Development. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi strategi keamanan maritim Indonesia telah menunjukkan kemajuan melalui penguatan patroli maritim, diplomasi regional, dan pengembangan kesadaran domain maritim, namun masih menghadapi tantangan berupa integrasi data maritim yang terbatas, luasnya area pengawasan, dan meningkatnya persaingan geopolitik. Penelitian menyimpulkan bahwa penguatan Maritime Domain Awareness, diplomasi maritim adaptif, pembangunan ketahanan ekonomi maritim, perlindungan lingkungan laut, serta pemberdayaan masyarakat pesisir merupakan elemen penting dalam membangun resiliensi keamanan maritim Indonesia. Dengan menerapkan prinsip implementasi kebijakan keamanan maritim serta pendekatan empat matriks Christian Bueger, Indonesia dapat mengembangkan strategi adaptif yang mampu menjaga stabilitas keamanan maritim nasional dan mendukung pencapaian Indonesia Emas 2045 sebagai negara maritim yang kuat, aman, dan berdaya saing global.