Rara Eka Dyla Putri
Politeknik Negeri Sriwijaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Temperatur Operasi terhadap Proses Densifikasi Biopelet Serbuk Kayu Karet Tanpa Perekat Menggunakan Pelletizer Screw Conveyor Debi Anggun Sari; Melati Ireng Sari; Dwi Indah Lestari; Zeolita Prabu Putri; Rara Eka Dyla Putri
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 02 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i02.26904

Abstract

Biomassa terus dikembangkan sebagai sumber energi alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Serbuk kayu karet merupakan limbah lignoselulosa yang berpotensi dijadikan biopelet tanpa perekat karena kandungan lignin yang berfungsi sebagai pengikat alami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh temperatur operasi terhadap karakteristik biopelet yang dihasilkan melalui proses densifikasi menggunakan pelletizer tipe screw conveyor. Bahan baku dikeringkan dan diayak hingga ukuran 60 mesh, kemudian diproses pada variasi temperatur 310°C, 330°C, 350°C, 370°C, dan 390°C. Karakteristik biopelet diuji berdasarkan kadar air, kadar abu, zat terbang, dan karbon tetap (fixed carbon). Hasil menunjukkan bahwa peningkatan temperatur operasi mempengaruhi sifat biopelet, ditandai dengan penurunan kadar air, abu, dan zat terbang, serta peningkatan fixed carbon hingga kondisi optimum. Temperatur 350°C menghasilkan biopelet terbaik dengan kadar air 8,33%, abu 1,53%, zat terbang 8,04%, dan fixed carbon 82,10%. Dengan demikian, suhu operasi berperan penting dalam menentukan kualitas biopelet.
Biomass-Derived Activated Carbon: Synthesis, Influencing Factors, and Applications in Environmental Remediation – A Review Dian Febrianti Pisceselia; Rara Eka Dyla Putri; Rianyza Gayatri
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 02 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i02.26954

Abstract

Pencemaran lingkungan akibat limbah industri yang mengandung logam berat, zat warna, dan senyawa organik berbahaya merupakan isu global yang memerlukan teknologi pengolahan yang efektif dan berkelanjutan. Karbon aktif merupakan material berpori dengan luas permukaan tinggi yang memiliki kemampuan adsorpsi unggul, sehingga banyak dimanfaatkan dalam pengolahan limbah dan pengembangan material fungsional. Kajian ini berfokus pada perkembangan sintesis karbon aktif berbasis biomassa, faktor-faktor yang memengaruhi karakteristiknya, serta aplikasinya dalam penyisihan polutan. Pendekatan yang digunakan berupa analisis literatur dari berbagai penelitian terkini. Hasil kajian menunjukkan bahwa kinerja karbon aktif ditentukan oleh jenis bahan baku, metode aktivasi, serta kondisi proses dan operasional. Biomassa lignoselulosa seperti tempurung kelapa, sekam padi, dan bagasse tebu memiliki potensi besar sebagai bahan baku berkelanjutan. Karbon aktif terbukti efektif dalam mengadsorpsi logam berat, zat warna, dan senyawa organik, serta berpotensi dikembangkan dalam aplikasi energi seperti superkapasitor. Secara keseluruhan, karbon aktif berbasis biomassa merupakan solusi yang menjanjikan, meskipun masih diperlukan optimasi untuk implementasi skala industri.