Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Jajan Siswa Di Madrasah Ibtidaiyah Al-Huda Kota Gorontalo: Factors Related to Snacking Behavior of Students at Madrasah Ibtidaiyah Al-Huda, Gorontalo City Nurhavia Ismail; Sunarto Kadir; Laksmyn Kadir
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i6.7445

Abstract

Makanan jajanan dikenal dengan istilah “streed food” atau dalam bahasa Indonesia bermakna jenis makanan yang dijual di kaki lima, pinggiran jalan, di stasiun, di pasar, di sekolah, tempat pemukiman serta tempat yang sejenisnya. Rumusan masalah apakah terdapat faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku jajan siswa di MI Al-Huda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku jajan siswa di MI Al-Huda.Metode penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 259 siswa di MI Al-Huda Kota Gorontalo. Sampel yang diambil sejumlah 157 siswa yang diperoleh dengan rumus Slovin. Data di analisis univariat dan bivariat menggunakan statistik uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukan perilaku jajan siswa paling banyak dalam kategori sering sebanyak 100 siswa dengan presentase (63,7%) dan kategori tidak sering sebanyak 57 siswa dengan presentase (36,3%). Hasil pengetahuan gizi (p value = 0,003), kebiasaan sarapan pagi (p value = 0,000), peran orangtua (p value = 0,000), peran teman sebaya (p value = 0,000), kebiasaan membawa bekal (p value = 0,000) dan besaran uang saku (p value = 0,000). Simpulan ada hubungan antara pengetahuan gizi, kebiasaan sarapan pagi, peran orang tua, peran teman sebaya, kebiasaan membawa bekal dan besaran uang saku dengan perilaku jajan. Saran bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan mengenai perilaku jajan siswa terutama pada siswa sekolah dasar.
Hubungan Konformitas Teman Sebaya Dan Self Control Dengan Perilaku Merokok Pada Remaja Di Desa Lamu Kecamatan Tilamuta Kabupaten Boalemo: The Relationship Between Peer Conformity and Self-Control with Smoking Behavior Among Adolescents in Lamu Village, Tilamuta Subdistrict, Boalemo Regency Andrias Saliko; Laksmyn Kadir; Nikmatisni Arsad
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juli 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i7.7570

Abstract

Perilaku merokok pada remaja merupakan masalah kesehatan yang semakin meningkat. Konformitas adalah suatu jenis pengaruh sosial di mana individu mengubah sikap dan tingkah laku mereka agar sesuai dengan norma social yang ada. Self control merupakan kumpulan kualitas dan keterampilan bawaan yang dimiliki individu dengan maksud untuk mengelola perilaku mereka untuk memengaruhi pola perilaku di lingkungan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara konformitas teman dan self-control dengan perilaku merokok pada remaja di Desa Lamu, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo. Desain penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 80 responden menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa 68,8% responden memiliki konformitas teman yang tinggi, 71,2% memiliki self-control yang rendah, dan 70% memiliki perilaku merokok yang tinggi. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara konformitas teman dengan perilaku merokok (p = 0,000), dimana remaja dengan konformitas tinggi cenderung memiliki kebiasaan merokok yang lebih tinggi. Selain itu, terdapat hubungan signifikan antara self-control dengan perilaku merokok (p = 0,004), di mana remaja dengan self-control rendah lebih cenderung merokok dibandingkan yang memiliki self-control tinggi. Simpulan dari penelitian ini adalah konformitas teman yang tinggi dan self-control yang rendah berkontribusi terhadap meningkatnya perilaku merokok pada remaja. Diperlukan intervensi berbasis lingkungan sosial dan peningkatan edukasi tentang self-control guna menekan angka perilaku merokok pada remaja di wilayah tersebut.