Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Integrasi Kecerdasan Buatan (AI) Dalam Kurikulum Pendidikan Agama Islam Era 5.0: Tantangan Dan Peluang: Integration of Artificial Intelligence (AI) in Islamic Religious Education Curriculum in the 5.0 Era: Challenges and Opportunities Muhammad Aufa Muis; Alya Maisarah; Annisa Fitri; Cahya Ramadhani; Erwin Syahwira; Muhammad Ali Akbar; Mariatul Kobtiyah; Nurfatin Hakiki; Nurul Laili; Nurul Wahida; Najwa Anastasya; Runi Lara Kinanti; Siti Maharani; Sri Mulyani; Sumiyati; Tri Nor wahyudi
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i6.7707

Abstract

Perkembangan teknologi di era Society 5.0 mendorong dunia pendidikan, termasuk Pendidikan Agama Islam (PAI), untuk melakukan inovasi agar tetap relevan. Penggunaan Kecerdasan Buatan (AI) dalam kurikulum PAI menjadi salah satu solusi strategis untuk membentuk peserta didik yang religius sekaligus melek teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tantangan serta peluang dalam penerapan AI pada pembelajaran PAI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui kajian literatur, observasi terbatas, serta wawancara dengan guru dan pakar teknologi pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun ada hambatan seperti keterbatasan sarana, kurangnya pemahaman teknologi di kalangan pendidik, dan sikap resistif terhadap perubahan, AI juga membuka peluang besar dalam hal personalisasi pembelajaran, peningkatan interaktivitas, dan penguatan nilai-nilai keislaman. Oleh karena itu, integrasi AI perlu dilakukan secara hati-hati dan proporsional dengan tetap menjunjung tinggi prinsip-prinsip ajaran Islam.
Belajar Santai Vs Belajar Serius: Mengungkap Rahasia Sistem Pendidikan Jepang Dan Indonesia Tri Norwahyudi Yudi; Siti Maharani; Nurul Wahida; Dewi Puspa Ramadhani; Ika Kurnia Sofiani
Iseedu: Journal of Islamic Educational Thoughts and Practices Vol. 10 No. 1 (2026): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran dalam sistem pendidikan di berbagai negara menunjukkan perbedaan pendekatan yang cukup signifikan, khususnya antara konsep belajar santai dan belajar serius. Di Indonesia, proses pembelajaran sering kali berlangsung dengan suasana yang lebih fleksibel, namun dalam beberapa kasus menyebabkan rendahnya disiplin dan fokus belajar peserta didik. Sementara itu, di Jepang, pembelajaran cenderung berlangsung secara serius, terstruktur, dan disiplin, namun berpotensi menimbulkan tekanan belajar yang tinggi. Kondisi ini menjadi tantangan dalam menciptakan pembelajaran yang efektif sekaligus menyenangkan.Tujuan artikel ini adalah untuk mengkaji perbandingan antara pendekatan belajar santai dan belajar serius dalam sistem pendidikan Jepang dan Indonesia. Pendekatan ini dipahami sebagai strategi pembelajaran yang berpengaruh terhadap motivasi, kedisiplinan, serta hasil belajar siswa. Melalui kajian ini, diharapkan dapat ditemukan keseimbangan pendekatan yang ideal dalam proses pembelajaran.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang dipadukan dengan studi kepustakaan (literature review). Data diperoleh dari berbagai sumber seperti buku, jurnal ilmiah, dan artikel yang relevan dengan topik penelitian.Adapun hasil kajian ini meliputi: 1) konsep belajar santai dan belajar serius dalam pendidikan, 2) karakteristik sistem pendidikan Jepang dan Indonesia, 3) analisis perbandingan kedua pendekatan pembelajaran, 4) keunggulan masing-masing pendekatan, serta 5) tantangan dalam penerapan belajar santai dan belajar serius.Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi pembelajaran yang lebih seimbang, efektif, dan mampu meningkatkan kualitas pendidikan, baik dari segi akademik maupun pembentukan karakter peserta didik.