Moch. Rafly Putra Adryant
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Regulasi Emosi dan Perilaku Cyberbullying pada Dewasa Awal: Peran Konformitas sebagai Mediator Moch. Rafly Putra Adryant; Mamang Efendy; Rahma Kusumandari
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 4 No. 01 (2026): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The increasing intensity of social media use among emerging adults has raised the risk of cyberbullying behavior influenced by psychological and social factors. This study aims to examine the relationship between emotion regulation and cyberbullying behavior among emerging adults in Surabaya City, with conformity behavior as a mediating variable. This study employed a quantitative approach with a correlational research design. The participants were 130 emerging adults aged 18–25 years who actively used social media and resided in Surabaya, selected through purposive sampling. Data were collected using emotion regulation scales, conformity behavior scales, and cyberbullying behavior scales. Data analysis techniques included correlation analysis and mediation analysis. The results indicate relationships among emotion regulation, conformity behavior, and cyberbullying behavior, as well as the mediating role of conformity behavior. In conclusion, lower emotion regulation increases cyberbullying behavior both directly and indirectly through conformity behavior. Keywords: conformity; cyberbullying; emerging adulthood; emotion regulation; social media Penggunaan media sosial yang semakin intens pada dewasa awal meningkatkan risiko munculnya perilaku cyberbullying yang dipengaruhi oleh faktor psikologis dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara regulasi emosi dan perilaku cyberbullying pada dewasa awal di Kota Surabaya dengan perilaku konformitas sebagai mediator. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian berjumlah 130 dewasa awal berusia 18–25 tahun yang aktif menggunakan media sosial dan berdomisili di Kota Surabaya, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa skala regulasi emosi, skala perilaku konformitas, dan skala perilaku cyberbullying. Teknik analisis data menggunakan analisis korelasi dan uji mediasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara regulasi emosi, perilaku konformitas, dan perilaku cyberbullying, serta peran mediasi perilaku konformitas. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa rendahnya regulasi emosi meningkatkan perilaku cyberbullying secara langsung maupun melalui konformitas. Kata kunci: cyberbullying; dewasa awal; konformitas; media sosial; regulasi emosi