Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Edukasi isi Piringku Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Pada Balita di Wilayah Pesisir: The Education on Household Waste Management to Support Environmental Health Rahma Tunny; Fitria Umagapi; Suryanti Tukiman; Epi Dusra; Mariene Wiwin Dolang; Iswanti Surachmo
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 5: Mei 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i5.10821

Abstract

Stunting pada anak di bawah lima tahun adalah masalah yang serius dan menjadi prioritas utama dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Stunting pada balita adalah kondisi di mana anak tidak tumbuh secara normal karena kekurangan gizi yang terus-menerus.Hal ini bisa menyebabkan berbagai masalah seperti fungsi tubuh yang tidak optimal, perkembangan fisik dan pikiran yang tertunda, perkembangan mental dan emosi yang terganggu, serta meningkatkan risiko mengalami penyakit yang merusak tubuh di masa depan. Kondisi ini membutuhkan tindakan nyata untuk menangani masalah gizi yang terjadi. Salah satu cara yang bisa diterapkan adalah melalui program Isi Piringku yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat dan mendorong perubahan kebiasaan makan menuju pola konsumsi yang sehat dan seimbang. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang stunting, tanda dan gejala, pencegahan, dampak, serta pengetahuan tentang isi piringku. Pengabdian ini dilaksanakan pada tanggal 03 maret 2026. Metode pelaksanaan menggunakan ceramah interaktif, diskusi, Kegiatan ini dilaksanakan untuk menambah informasi dengan memberikan edukasi kepada masyarakat serta pengukuran pengetahuan (pre test dan post test) menggunakan kuesioner untuk menilai sejauh mana pengetahuan masyarakat terkait stunting dan piring makanku. Hasil yang didapatkan dari kegiatan pengabdian ini yaitu terdapat peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang stunting dan piring makanku.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Mewujudkan Lingkungan Sehat melalui Pengelolaan Sanitasi di wilayah pesisir: The Community Empowerment in Creating a Healthy Environment through Sanitation Management in Coastal Areas Iswandi Fataruba; Luthfy Latuconsina; Suryanti Tukiman; Sunik Cahyawati
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 6 No. 11: NOVEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v6i11.10912

Abstract

Wilayah pesisir merupakan zona transisi antara ekosistem darat dan laut yang secara ekologis bersifat dinamis dan kompleks. Interaksi yang berlangsung dalam wilayah ini melibatkan proses fisik dan biologis dari kedua ekosistem, seperti sedimentasi, aliran air tawar, pasang surut, dan perembesan air asin. Kegiatan utama untuk mewujudkan kualitas lingkungan sehat di daerah pesisir melalui kegiatan teknis penyehatan lingkungan, pengamanan dan pengendalian pada media air, udara, dan tanah. Aktivitas masyarakat sehari-hari yang menghasilkan limbah domestik, ditambah dengan rendahnya kesadaran dalam menjaga sanitasi lingkungan, menyebabkan masih banyak permasalahan kesehatan lingkungan yang perlu ditangani. Oleh karena itu, maka perlu adanya kesadaran masyarakat tentang bahaya dan dampak dari sanitasi buruk dan infeksi penyakit menular karena sangat berbahaya bagi kesehatan manusia maupun lingkungan. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola sanitasi lingkungan. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 27 September 2023, adapun metode pelaksanaan menggunakan ceramah interaktif, diskusi, demonstrasi, simulasi, serta praktik lapangan. Hasil yang didapatkan dari kegiatan pengabdian ini yaitu terdapat peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang cara pengelolaan sampah dan limbah domestic yang dihasilkan oleh masyarakat setempat
Pemberdayaan Kader dalam Mendukung Upaya Pengendalian Malaria di Desa Tenga-Tenga Wilayah Pesisir: Empowering Cadres to Support Malaria Control Efforts in Coastal Villages Sahrir Sillehu; Suryanti Tukiman; Maryam Lihi; Ilyas Ibrahim; Iswandi Fataruba; Mariene Wiwin Dolang
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 6 No. 12: DESEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v6i12.11091

Abstract

Malaria masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di wilayah pesisir Indonesia akibat kondisi lingkungan yang mendukung perkembangbiakan nyamuk Anopheles serta rendahnya keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit. Pemberdayaan kader kesehatan merupakan salah satu strategi yang efektif untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengendalian malaria. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan peran kader kesehatan dalam mendukung pengendalian malaria berbasis masyarakat di Desa Tenga-Tengah. Metode yang digunakan adalah pendekatan Community Empowerment melalui pelatihan, penyuluhan, demonstrasi, simulasi, pendampingan lapangan, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh 20 kader kesehatan yang memperoleh materi mengenai penyebab, penularan, gejala, pencegahan malaria, penggunaan kelambu berinsektisida, pengendalian lingkungan, serta teknik komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE). Adapun kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 20 Oktober 2023. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan kader dari 59,2% pada pre-test menjadi 95,8% pada post-test. Selain itu, kader menunjukkan peningkatan keterampilan dalam melaksanakan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat. Tingkat partisipasi kader selama kegiatan mencapai 100%, sedangkan partisipasi masyarakat dalam penyuluhan melebihi 90%. Program ini juga memperkuat kolaborasi antara kader kesehatan, pemerintah desa, dan Puskesmas dalam pelaksanaan pengendalian malaria berbasis masyarakat. Pemberdayaan kader kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas kader serta mendorong partisipasi masyarakat. Oleh karena itu, program ini direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan guna mendukung percepatan eliminasi malaria di wilayah pesisir dan kepulauan Indonesia.