Malaria masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di wilayah pesisir Indonesia akibat kondisi lingkungan yang mendukung perkembangbiakan nyamuk Anopheles serta rendahnya keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit. Pemberdayaan kader kesehatan merupakan salah satu strategi yang efektif untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengendalian malaria. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan peran kader kesehatan dalam mendukung pengendalian malaria berbasis masyarakat di Desa Tenga-Tengah. Metode yang digunakan adalah pendekatan Community Empowerment melalui pelatihan, penyuluhan, demonstrasi, simulasi, pendampingan lapangan, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh 20 kader kesehatan yang memperoleh materi mengenai penyebab, penularan, gejala, pencegahan malaria, penggunaan kelambu berinsektisida, pengendalian lingkungan, serta teknik komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE). Adapun kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 20 Oktober 2023. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan kader dari 59,2% pada pre-test menjadi 95,8% pada post-test. Selain itu, kader menunjukkan peningkatan keterampilan dalam melaksanakan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat. Tingkat partisipasi kader selama kegiatan mencapai 100%, sedangkan partisipasi masyarakat dalam penyuluhan melebihi 90%. Program ini juga memperkuat kolaborasi antara kader kesehatan, pemerintah desa, dan Puskesmas dalam pelaksanaan pengendalian malaria berbasis masyarakat. Pemberdayaan kader kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas kader serta mendorong partisipasi masyarakat. Oleh karena itu, program ini direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan guna mendukung percepatan eliminasi malaria di wilayah pesisir dan kepulauan Indonesia.
Copyrights © 2023