Yenri Yani
RSUD Kota Tanjungpinang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sosialisasi Pengisian Sertifikat Kematian dan Penentuan Kode Penyebab Kematian Berdasarkan Mortality Code ICD-10 di RS X Kota Tanjungpinang Riska Pradita; Retno Kusumo; Yenri Yani
Madani: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Kewirausahaan Vol. 4 No. 4 (2026): Juli 2026
Publisher : LPPM Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/madani.v4i4.12511

Abstract

Dalam pengisian Surat Keterangan Kematian harus mengikuti ketentuan dan pedoman yang telah ditetapkan agar penentuan penyebab dasar kematian dapat dilakukan secara tepat dan konsisten. Namun, implementasi di sejumlah rumah sakit di Indonesia masih menunjukkan adanya ketidaksesuaian dengan format serta pedoman pengisian. Kualitas formulir yang tidak memadai dapat memengaruhi keabsahan data yang dikumpulkan, meningkatkan risiko kekeliruan dalam penentuan Underlying Cause of Death (UCoD). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengisi Sertifikat Medis Penyebab Kematian dan menentukan kode penyebab kematian sehingga dapat meningkatkan kualitas laporan mortalitas rumah sakit. Kegiatan ini dilakukan di Rumah Sakit X, Kota Tanjungpinang pada bulan Januari 2026. Sasaran kegiatan ini yaitu petugas rekam medis dan dokter yang terlibat dalam pengisian sertifikat kematian, penentuan kode penyebab kematian, serta penyusunan laporan mortalitas. Dilakukan dalam 4 tahapan utama, yaitu persiapan instrumen, pelaksanaan kegiatan (pre-test, penyampaian materi, praktik), evaluasi (post-test), dan tindak lanjut. Kegiatan telah terlaksana secara optimal dan memberikan dampak positif dalam meningkatkan kompetensi petugas terkait pengisian sertifikat kematian dan proses penentuan kode penyebab kematian. Efektivitas sosialisasi ditunjukkan dengan meningkatnya skor pre-test dan post-test, sejalan dengan meningkatnya ketepatan peserta dalam mengisi sertifikat kematian dan melakukan kodefikasi diagnosis selama sesi praktik. Luaran yang dihasilkan, antara lain modul, panduan ringkas pengisian sertifikat kematian, serta bahan praktik mortality coding WHO yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar dan referensi. Sebagai langkah keberlanjutan program, rumah sakit direkomendasikan mengimplementasikan pelatihan penyegaran secara periodik, audit kualitas pengisian sertifikat kematian dan ketepatan kodefikasi penyebab kematian, serta membangun sistem supervisi dan pendampingan yang terstruktur.