Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Analisis Penyebab Terjadinya Missfile Berkas Rekam Medis di Ruangan Filling RS St Elisabeth Batam Kota Riza Suci Ernaman Putri; Retno Kusumo; Yuni Utami
SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2022): Juli 2022
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sehatmas.v1i3.646

Abstract

This research is motivated by the occurrence of missfiles in terms of searching for medical record files where officers who borrow medical record documents do not write in the expedition book which causes obstacles in carrying out patient actions. The officer is not careful in preparing the medical record file where the document will be used but it is not on the proper shelf The study was to determine the flow of medical record file retrieval, to find out the flow of medical record file storage and the causes of missfiles in the medical record file filling room at St Elisabeth Hospital Batam City. This study uses a qualitative method. The data collection of this research was carried out by the researcher by means of interviews and observations. The population of this study consisted of four medical record officers and 1 nurse. Result: when the service is seen from the Man and Method factors, including the man factor, namely the level of education and work experience of officers. The method factor is that 100% of SOPs have not been implemented on returning and borrowing medical record files because there are still officers who do not know the correct application of SOPs. This is what causes the missfile in the filling room. Conclusion: The officers did not focus when filling out the medical record files due to the fatigue of the officers, the lack of thoroughness of the officers and the rush of the officers when they wanted to fill in the medical record files which could cause missfiles and where the return and loan SOPs did not work.
Meningkatkan Pemahaman Siswa Terkait Rekam Medis Pada Fasilitas Kesehatan Di SMKN 7 Batam Desfa Anisa; Retno Kusumo; Fani Farhansyah
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 07 (2022): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rekam medis adalah sebuah catatan yang berisikan tentang identitas pasien, diagnosa pasien, pengobatan dan pelayanan yang diberikan kepada pasien selama pasien berobat di rumah sakit, puskesmas ataupun klinik. Rekam medis tidak hanya sekedar mengisi data medis pasien, tapi juga melakukan pengodean penyakit. Pengodean tersebut dilakukan agar fasilitas kesehatan dapat mengklaim biaya yang dikeluarkannya dalam menangani seorang pasien. Kualitas rekam medis sangat penting karena dapat menentukan mutu pelayanan pada fasilitas kesehatan. Hal ini disebabkan karena rekam medis merupakan salah satu standar yang harus dipenuhi dalam mendapatkan predikat akreditasi, sehingga perlu untuk diberikan pemahaman tentang rekam medis kepada masyarakat agar nantinya banyak masyarakat yang lebih mengerti betapa pentingnya rekam medis bagi pasien di fasilitas kesehatan. Untuk saat ini, tahap awal pemahaman tentang rekam medis  diberikan kepada siswa siswi SMKN 7 Batam. Kegiatan ini dilakukan pada hari Jum’at, tanggal 18 Februari 2022 di lapangan SMKN 7 Batam. Kegiatan sosialisasi ini berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana kegiatan yang telah disusun. Semua peserta terlihat antusias dalam mendengarkan materi yang disampaikan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu dalam bentuk sosialisasi dan tanya jawab. Peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah siswa siswi SMK 7 Batam mulai dari kelas 1 sampai kelas 3. Secara keseluruhan kegiatan sosialisasi ini berjalan dengan lancar, dimana semua peserta yang hadir mengikuti kegiatan ini dari awal hingga akhir.
Meningkatkan Pemahaman Siswa Terkait Rekam Medis Pada Fasilitas Kesehatan Di SMKN 7 Batam Desfa Anisa; Retno Kusumo; Fani Farhansyah
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 07 (2022): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rekam medis adalah sebuah catatan yang berisikan tentang identitas pasien, diagnosa pasien, pengobatan dan pelayanan yang diberikan kepada pasien selama pasien berobat di rumah sakit, puskesmas ataupun klinik. Rekam medis tidak hanya sekedar mengisi data medis pasien, tapi juga melakukan pengodean penyakit. Pengodean tersebut dilakukan agar fasilitas kesehatan dapat mengklaim biaya yang dikeluarkannya dalam menangani seorang pasien. Kualitas rekam medis sangat penting karena dapat menentukan mutu pelayanan pada fasilitas kesehatan. Hal ini disebabkan karena rekam medis merupakan salah satu standar yang harus dipenuhi dalam mendapatkan predikat akreditasi, sehingga perlu untuk diberikan pemahaman tentang rekam medis kepada masyarakat agar nantinya banyak masyarakat yang lebih mengerti betapa pentingnya rekam medis bagi pasien di fasilitas kesehatan. Untuk saat ini, tahap awal pemahaman tentang rekam medis diberikan kepada siswa siswi SMKN 7 Batam. Kegiatan ini dilakukan pada hari Jum’at, tanggal 18 Februari 2022 di lapangan SMKN 7 Batam. Kegiatan sosialisasi ini berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana kegiatan yang telah disusun. Semua peserta terlihat antusias dalam mendengarkan materi yang disampaikan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu dalam bentuk sosialisasi dan tanya jawab. Peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah siswa siswi SMKN 7 Batam mulai dari kelas 1 sampai kelas 3. Secara keseluruhan kegiatan sosialisasi ini berjalan dengan lancar, dimana semua peserta yang hadir mengikuti kegiatan ini dari awal hingga akhir.
Analisis Penyebab Pengembalian Berkas Klaim JKN Pada Layanan Rawat Jalan RS Awal Bros Riska Pradita; Retno Kusumo
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.183

Abstract

Dalam upaya melakukan pengajuan klaim JKN, rumah sakit memiliki beberapa faktor yang menyebabkan pengembalian berkas. Umumnya disebabkan ketidaktepatan diagnosis dan ketidaklengkapan dokumen. Penelitian ini bertujuan menganalisis penyebab pengembalian klaim JKN rawat jalan di RS Awal Bros Batam. Jenis penelitian ini yaitu analisis kualitatif, lokasi di RS Awal Bros Batam pada bulan Februari 2025. Sebanyak 6 orang petugas di Unit Casemix sebagai subjek, dan berkas BPJS Kesehatan Rawat Jalan periode Triwulan IV sebanyak 53.226 berkas sebagai objek. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan studi dokumen. Dari hasil penelitian, pelaksanaan proses pengajuan klaim JKN pada pelayanan rawat jalan di RS Awal Bros Batam sudah memenuhi persyaratan administrasi kelengkapan pengajuan klaim BPJS Kesehatan, akan tetapi belum ada Standar Prosedur Operasional (SPO) dan Pedoman Internal yang mengatur terkait proses pelaksanaan pengajuan klaim. Pada periode trimester IV tahun 2024, sebanyak 4.352 (11.1%) pengembalian berkas klaim JKN di RS Awal Bros Batam, penyebab paling banyak pada Indikasi Kontrol Berulang (Pregmentasi) sebesar 4.286 berkas. Faktor penyebab pengembalian klaim JKN antara lain ketidaktepatan pemberian kode diagnosis, ketidaklengkapan dokumen, serta tidak adanya SOP dan pedoman internal pelaksanaan BPJS Kesehatan. Kesimpulan penelitian ini yaitu Pregmentasi Dalam Waktu Satu Minggu merupakan penyebab pengembalian klaim JKN rawat jalan terbanyak.
ANALISIS PENERIMAAN PENGGUNA TERHADAP KEGUNAAN SISTEM PENCATATAN KESEHATAN DIGITAL DI UKS DENGAN METODE SUS Riska Pradita; Retno Kusumo
Journal of Hospital Administration and Management (JHAM) Vol 7 No 1 (2026): Journal of Hospital Administration and Management (JHAM)
Publisher : LPPM Universitas Awal Bros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54973/jham.v7i1.981

Abstract

One crucial component of the School Health Unit (UKS) program is the recording of medical records and the reporting of students' health conditions. Implementing digital health records in the UKS offers various benefits, such as facilitating the documentation of health screening results, immunization status, nutritional status, medical history, periodic health check-up results, and follow-up health services for students. Despite the ongoing advancement of health digitalization, the implementation of digital health records in UKS remains relatively limited due to constraints such as inadequate information technology infrastructure, low user competence in utilizing digital technology, and a lack of integration between school health data and the information systems of healthcare facilities. Given this context, it is important to conduct research on user acceptance regarding the utility of a digital health recording system for UKS using the System Usability Scale (SUS) method. The objective of this study is to analyze the level of student acceptance regarding the design of a digital health recording system for UKS. This study employs a descriptive quantitative method. The research was conducted at SMA Negeri Batam, involving 30 respondents who serve as UKS administrators at the school. Data collection methods included field observations and the distribution of questionnaires. The questionnaire was designed based on the SUS (System Usability Scale) method. Results: The "UKS Care" application is a mobile-based prototype designed to assist UKS activities in the digital recording and management of student health data. The application features several key components: Student Data, Health Check-ups, Medication, Schedules, Health Education, Reports, Notifications, and User Profiles. Analysis results indicate that the UKS Care application achieved an average SUS score of 80, placing it in the "Acceptable," "Grade A," and "Excellent" categories. Conclusion: The UKS Care application is accepted by users as a digital health recording system for UKS.
Sosialisasi Pengisian Sertifikat Kematian dan Penentuan Kode Penyebab Kematian Berdasarkan Mortality Code ICD-10 di RS X Kota Tanjungpinang Riska Pradita; Retno Kusumo; Yenri Yani
Madani: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Kewirausahaan Vol. 4 No. 4 (2026): Juli 2026
Publisher : LPPM Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/madani.v4i4.12511

Abstract

Dalam pengisian Surat Keterangan Kematian harus mengikuti ketentuan dan pedoman yang telah ditetapkan agar penentuan penyebab dasar kematian dapat dilakukan secara tepat dan konsisten. Namun, implementasi di sejumlah rumah sakit di Indonesia masih menunjukkan adanya ketidaksesuaian dengan format serta pedoman pengisian. Kualitas formulir yang tidak memadai dapat memengaruhi keabsahan data yang dikumpulkan, meningkatkan risiko kekeliruan dalam penentuan Underlying Cause of Death (UCoD). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengisi Sertifikat Medis Penyebab Kematian dan menentukan kode penyebab kematian sehingga dapat meningkatkan kualitas laporan mortalitas rumah sakit. Kegiatan ini dilakukan di Rumah Sakit X, Kota Tanjungpinang pada bulan Januari 2026. Sasaran kegiatan ini yaitu petugas rekam medis dan dokter yang terlibat dalam pengisian sertifikat kematian, penentuan kode penyebab kematian, serta penyusunan laporan mortalitas. Dilakukan dalam 4 tahapan utama, yaitu persiapan instrumen, pelaksanaan kegiatan (pre-test, penyampaian materi, praktik), evaluasi (post-test), dan tindak lanjut. Kegiatan telah terlaksana secara optimal dan memberikan dampak positif dalam meningkatkan kompetensi petugas terkait pengisian sertifikat kematian dan proses penentuan kode penyebab kematian. Efektivitas sosialisasi ditunjukkan dengan meningkatnya skor pre-test dan post-test, sejalan dengan meningkatnya ketepatan peserta dalam mengisi sertifikat kematian dan melakukan kodefikasi diagnosis selama sesi praktik. Luaran yang dihasilkan, antara lain modul, panduan ringkas pengisian sertifikat kematian, serta bahan praktik mortality coding WHO yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar dan referensi. Sebagai langkah keberlanjutan program, rumah sakit direkomendasikan mengimplementasikan pelatihan penyegaran secara periodik, audit kualitas pengisian sertifikat kematian dan ketepatan kodefikasi penyebab kematian, serta membangun sistem supervisi dan pendampingan yang terstruktur.
User Acceptance of Electronic Medical Records Implementation at Kijang Community Health Center Using the Technology Acceptance Model Riska Pradita; Retno Kusumo
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan (Health Information Management) Vol. 9 No. 2 (2024): Health Information and Management
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jmis.v9i2.607

Abstract

Currently, all Primary Health Facilities (FKTP) are required to implement electronic medical records. Their use can improve efficiency in patient data management, ease access to medical information, and enable real-time data sharing. Analyzing user acceptance is necessary for the transition to electronic medical records. Some users are unfamiliar with how to operate electronic medical records due to a lack of socialization, and unrestricted user access rights are also a barrier. The lack of standard operating procedures (SOPs) for electronic medical records implementation also contributes to inadequate implementation. The purpose of this study was to analyze user acceptance of the implementation of electronic medical records using the Technology Acceptance Model (TAM) based on perceived ease of use, perceived usefulness, attitude toward use, behavioral intention to use, and actual use. This study was a quantitative descriptive study with a cross-sectional design. The study location was Kijang Community Health Center, with electronic medical record users as the subjects. Data collection was conducted through questionnaires, with questionnaires serving as the research instrument. The results of the analysis of user acceptance of electronic medical records using the TAM method on the aspect of perceived ease of use of 87.5%, on the aspect of perceived usefulness of 80.5%, on the aspect of attitude toward using of 86.1%, on the aspect of behavioral intention to use of 84.7%, and related to the aspect of actual use of 85.1%. Conclusion: user acceptance of the implementation of electronic medical records at the Kijang Health Center based on the TAM method is that electronic medical records are considered easy to use, and provide benefits in carrying out work by users. In addition, it is considered to provide comfort when doing work, users also want to continue using it, and its implementation is in accordance with the modules and guidelines.