Nazifa Awalia
Universitas Bina Sarana Informatika

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Tingkat Kepuasan Kerja Karyawan Menggunakan Metode Job Descriptive Index pada PT Tri Telcon Utama Kota Jakarta Timur Nazifa Awalia; Desy Suryani; Martinus Wahyu Purnomo
Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Manajemen Indonesia Vol. 2 No. 2 (2026): JULI-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/vsedyq70

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kepuasan kerja karyawan dalam mendukung produktivitas, kinerja, dan kesejahteraan karyawan. PT Tri Telcon Utama memerlukan gambaran objektif mengenai kondisi kepuasan kerja sebagai dasar evaluasi kebijakan sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kepuasan kerja karyawan menggunakan metode Job Descriptive Index (JDI) yang mencakup lima indikator, yaitu pekerjaan itu sendiri, supervisi, gaji, kesempatan promosi, dan rekan kerja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik sampel jenuh yang melibatkan 30 karyawan internal PT Tri Telcon Utama. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Kuesioner menggunakan skala Likert lima tingkat, kemudian data dianalisis dengan membandingkan skor aktual dan skor ideal pada setiap indikator serta secara keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepuasan kerja secara keseluruhan sebesar 64,56% dan termasuk kategori puas. Indikator pekerjaan itu sendiri memperoleh nilai tertinggi sebesar 80,11%, diikuti supervisi 70,89% dan rekan kerja 69,78%. Sementara itu, kesempatan promosi memperoleh 58,33% dan gaji menjadi indikator terendah sebesar 43,67%. Temuan ini menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kekuatan pada karakteristik pekerjaan, supervisi, dan hubungan antarpegawai, sedangkan aspek kompensasi dan pengembangan karier masih perlu mendapatkan perhatian. Hasil penelitian mengimplikasikan perlunya evaluasi sistem kompensasi dan penyusunan mekanisme pengembangan karier yang lebih jelas.