Salah satu tahun paling penting dalam kehidupan seorang anak terjadi selama masa balita. Kemampuan berjalan, berlari, melompat, menaiki tangga, dan menjaga keseimbangan adalah contoh keterampilan motorik kasar yang dengan cepat diperoleh anak-anak antara usia satu dan tiga tahun. Bayi mungkin paling diuntungkan dari stimulasi yang konsisten dan sesuai usia dari ibu mereka di beberapa tahun pertama kehidupan. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, otak anak berkembang dengan pesat dalam tiga tahun pertama kehidupan, sehingga sangat penting bagi mereka untuk memiliki kehidupan rumah yang aman, pengasuh yang penuh perhatian, makanan yang cukup, dan banyak kesempatan untuk belajar dan tumbuh. (WHO). Tujuan penelitian ini adalah untuk mencatat data dari Puskesmas Konda di Kabupaten Konawe Selatan pada tahun 2026 tentang hubungan antara stimulasi dini ibu dan perkembangan keterampilan motorik kasar pada balita (usia 1-3 tahun). Desain observasional analitik potong lintang digunakan dalam penelitian ini. Peserta adalah ibu-ibu dari wilayah layanan Puskesmas Konda yang membawa anak-anak mereka (usia 1-3 tahun) untuk evaluasi balita. Delapan puluh orang dipilih untuk survei dengan menggunakan teknik pengambilan sampel bertujuan. Kami menggunakan kuesioner terstruktur untuk mengukur stimulasi dini, dan alat skrining yang sesuai usia untuk perkembangan motorik kasar. Ambang batas signifikansi α=0,05 digunakan untuk analisis data dalam uji Chi-Square. Sebanyak 52 responden (atau 65,0% dari total) memberikan stimulasi dini yang cukup, menurut hasil perhitungan. Sekitar 72,5% dari 58 balita menunjukkan tanda-tanda telah mengembangkan keterampilan motorik kasar mereka dengan tepat untuk usia mereka. Pada balita berusia antara satu dan tiga tahun, terdapat korelasi yang signifikan secara statistik antara stimulasi dini yang diberikan oleh ibu dan perkembangan keterampilan motorik kasar (p=0,001; p<0,05). Perkembangan motorik kasar pada balita (anak berusia satu hingga tiga tahun) berkorelasi signifikan dengan stimulasi ibu di tahun-tahun awal. Anak-anak lebih mungkin mencapai tonggak perkembangan keterampilan motorik kasar ketika ibu mereka memberikan stimulasi positif.