Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analysis of maternal health service problems in the maternal and child health (KIA) program of the Konawe District Health Office Wa Anasari; Suhartati Suhartati; Arbiyah Arbiyah; Eka i Syafitri Wahyuni; Sitti Hastati
JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia) (Indonesian Journal of Nursing and Midwifery) Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jnki.2021.9(2).139-146

Abstract

Background: One form of service in the MCH program is services for pregnant women which consist of health services for pregnant women, maternal health, postpartum health, handling of obstetric complications, and contraceptive services, all of which aim to ensure protection for pregnant women and / or fetuses. This is closely related to efforts to reduce maternal mortality (MMR). Objectives: The research objective was to determine the priority of health problems, find the root of health problems and provide alternative solutions to problems in health care for pregnant women Methods: The research method used is descriptive research using secondary data sources to determine the priority of the problem by means of a Focus Group Discussion (FGD) involving decision makers at the Konawe District Health Office. The formulation of alternative solutions is carried out after the root causes are identified using Ishikawa or Fishbone diagrams. The priority of the root cause of the problem is carried out using the Capability Accessibility Readiness Leverage (CARL) method. Results: The results show that the low K1 and K4 coverage of pregnant women health services is the main priority problem. The root cause of the problem that must be prioritized to be resolved is that socialization to teenagers / prospective brides (catin) about marriage at a young age is still a major problem that must be followed up. The alternative that is given as a solution is to provide counseling using innovative and attractive media to make it easier to understand.Conclusions: The priority of health problems in the MCH Program of the Konawe District Health Office is the problem of health services for pregnant women with K1 and K4 coverage. The root of the problem of socialization among adolescents / catin about marriage at a young age is still lacking is the level of education, knowledge, employment, counseling media are less innovative and interesting, the frequency of counseling and the size of the area are not proportional to the available resources. An alternative solution is socialization to teenagers/catin about marriage at a young age is still lacking by using innovative and interesting counseling media so that it is easy to receive and understand the information conveyed.
Evaluasi Efektivitas Konseling Kehamilan dalam Meningkatkan Pengetahuan dan Perilaku Ibu Hamil di Puskesmas Poasia, Kendari, Sulawesi Tenggara Suhartati Suhartati; Erniwati Daranga; Fath Irtaniyah Rahman; Arbiyah Arbiyah
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i2.1078

Abstract

This Community Service (PKM) project aims to evaluate the effectiveness of the pregnancy counseling program in improving the knowledge and behavior of pregnant women at the Poasia Community Health Center in Kendari City, Southeast Sulawesi. The method used was an educational approach through individual and group counseling, accompanied by pre- and post-tests to measure knowledge gains and observe changes in health behaviors during pregnancy. Results showed significant improvements in understanding pregnancy danger signs, adherence to antenatal visits, consumption of iron supplements, and healthy lifestyle practices. This program demonstrates that structured and ongoing counseling is effective in supporting improvements in the quality of pregnant women's health at the primary care level.
Hubungan Stimulasi Dini oleh Ibu dengan Perkembangan Motorik Kasar Balita Usia 1–3 Tahun di Puskesmas Konda Kabupaten Konawe Selatan Tahun 2026 Arbiyah Arbiyah; Rosi Tawati Zuhra Mudia; Fath Irtaniyah Rahman; Erniwati daranga
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.1101

Abstract

Salah satu tahun paling penting dalam kehidupan seorang anak terjadi selama masa balita. Kemampuan berjalan, berlari, melompat, menaiki tangga, dan menjaga keseimbangan adalah contoh keterampilan motorik kasar yang dengan cepat diperoleh anak-anak antara usia satu dan tiga tahun. Bayi mungkin paling diuntungkan dari stimulasi yang konsisten dan sesuai usia dari ibu mereka di beberapa tahun pertama kehidupan. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, otak anak berkembang dengan pesat dalam tiga tahun pertama kehidupan, sehingga sangat penting bagi mereka untuk memiliki kehidupan rumah yang aman, pengasuh yang penuh perhatian, makanan yang cukup, dan banyak kesempatan untuk belajar dan tumbuh. (WHO). Tujuan penelitian ini adalah untuk mencatat data dari Puskesmas Konda di Kabupaten Konawe Selatan pada tahun 2026 tentang hubungan antara stimulasi dini ibu dan perkembangan keterampilan motorik kasar pada balita (usia 1-3 tahun). Desain observasional analitik potong lintang digunakan dalam penelitian ini. Peserta adalah ibu-ibu dari wilayah layanan Puskesmas Konda yang membawa anak-anak mereka (usia 1-3 tahun) untuk evaluasi balita. Delapan puluh orang dipilih untuk survei dengan menggunakan teknik pengambilan sampel bertujuan. Kami menggunakan kuesioner terstruktur untuk mengukur stimulasi dini, dan alat skrining yang sesuai usia untuk perkembangan motorik kasar. Ambang batas signifikansi α=0,05 digunakan untuk analisis data dalam uji Chi-Square. Sebanyak 52 responden (atau 65,0% dari total) memberikan stimulasi dini yang cukup, menurut hasil perhitungan. Sekitar 72,5% dari 58 balita menunjukkan tanda-tanda telah mengembangkan keterampilan motorik kasar mereka dengan tepat untuk usia mereka. Pada balita berusia antara satu dan tiga tahun, terdapat korelasi yang signifikan secara statistik antara stimulasi dini yang diberikan oleh ibu dan perkembangan keterampilan motorik kasar (p=0,001; p<0,05). Perkembangan motorik kasar pada balita (anak berusia satu hingga tiga tahun) berkorelasi signifikan dengan stimulasi ibu di tahun-tahun awal. Anak-anak lebih mungkin mencapai tonggak perkembangan keterampilan motorik kasar ketika ibu mereka memberikan stimulasi positif.