Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran mendalam (deep learning) berbasis Wayang Mahabharata dalam mata pelajaran Bahasa Jawa untuk menguatkan nilai karakter siswa sekolah dasar. Latar belakang penelitian berangkat dari rendahnya relevansi pembelajaran Bahasa Jawa terhadap konteks kehidupan dan budaya lokal, sehingga siswa cenderung mempelajari bahasa secara hafalan tanpa memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Pembelajaran mendalam dikembangkan untuk mendorong pemahaman bermakna dengan mengaitkan bahasa, budaya, dan karakter melalui pendekatan Tri Nga (Ngerti, Ngrasa, Nglakoni). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek seorang guru Bahasa Jawa dan dua puluh lima siswa kelas IV sekolah dasar di Yogyakarta. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi Wayang Mahabharata dalam pembelajaran Bahasa Jawa meningkatkan keterlibatan siswa, kemampuan berbahasa, dan kesadaran nilai karakter. Nilai kejujuran, tanggung jawab, gotong royong, kesopanan, dan keberanian terinternalisasi secara alami melalui kegiatan membaca, berdiskusi, bermain peran, dan menulis refleksi. Siswa lebih percaya diri menggunakan Bahasa Jawa krama, menghargai pendapat teman, serta menunjukkan perilaku sopan dalam interaksi di sekolah. Pembelajaran mendalam berbasis budaya lokal terbukti menciptakan suasana belajar yang reflektif, kontekstual, dan menyenangkan. Model ini berpotensi menjadi strategi efektif dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka dan penguatan Profil Pelajar Pancasila di sekolah dasar.