Muhammad Wisnu Wahyu Candra
Universitas Nusantara PGRI Kediri

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Artificial Intelligence (AI) dan motivasi belajar sebagai prediktor kemampuan berpikir kritis mahasiswa Muhammad Wisnu Wahyu Candra; Efa Wahyu Prastyaningtyas; Bayu Surindra
EQUILIBRIUM : Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Pembelajarannya Vol. 14 No. 2 (2026): Equilibrium : Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/equilibrium.v14i2.24900

Abstract

Penelitian ini berangkat dari fenomena masifnya adopsi Artificial Intelligence (AI) di kalangan mahasiswa yang cenderung berorientasi pada pencarian jawaban instan secara konsumtif daripada reflektif-kritis, sehingga diperlukan analisis mendalam mengenai bagaimana integrasi teknologi cerdas dan motivasi belajar memengaruhi kapasitas kognitif mahasiswa. Penelitian ini dirancangdengan pendekatan kuantitatif berdesain asosiatif kausal dan metode survei untuk menguji secara empiris kontribusi penggunaan AI (X1) dan motivasi belajar (X2) sebagai variabel bebas terhadap variabel terikat yakni kemampuan berpikir kritis (Y), baik secara parsial maupun simultan pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Nusantara PGRI Kediri. Total populasi berjumlah 127 mahasiswa angkatan 2022–2025, dengan sampel 96 responden yang ditentukan menggunakan rumus Yamane dengan teknik proportionate stratified random sampling. Menggunakan angket tertutup berjumlah 45 item pernyataan sebagai instrumen dengan skala Likert 5-poin yang telah tervalidasi.Analisis mencakup uji asumsi klasik dan regresi linier berganda (SPSS versi 23). Temuan menunjukkan secara parsial, penggunaan AI berpengaruh positif-signifikan (t = 3,000; sig. = 0,003), sedangkan motivasi belajar tampil lebih dominan (t = 6,006; sig. = 0,000). Secara simultan, kedua variabel berpengaruh nyata (F = 29,414; sig. = 0,000) dengan Adjusted R² = 37,4%. Temuan menegaskan bahwa penguatan berpikir kritis tidak cukup hanya dengan akses teknologi; ia memerlukan ekosistem pedagogis yang menumbuhkan motivasi intrinsik secara berkelanjutan.