Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Determinan Yang Mempengaruhi Persepsi Waktu Tunggu Di Rumah Sakit Awal Bros Sudirman Pekanbaru Arief Antonius Santoso; Yuli Prapanca; Deddy Nugroho
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 4 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v9i4.7075

Abstract

AbstrakLatar Belakang: Rumah sakit memainkan peran vital dalam menyediakan layanan kesehatan yang efektif, terutama dalam layanan rawat jalan yang banyak diakses oleh masyarakat. Persepsi waktu tunggu pasien menjadi indikator kunci dalam menilai kualitas layanan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh kebijakan terkait dengan Kios Pendaftaran Mandiri (APM), kejelasan informasi, kenyamanan ruang tunggu, komunikasi staf, dan manajemen ekspektasi terhadap persepsi waktu tunggu pasien di Departemen Penyakit Dalam Rumah Sakit Awal Bros Sudirman-Pekanbaru.Metode Penelitian: Menggunakan pendekatan kuantitatif melalui kuesioner.Hasil Penelitian: Hasil analisis menunjukkan bahwa kebijakan APM memiliki hubungan signifikan dengan persepsi waktu tunggu pasien (p-value = 0,000; OR = 12,947), diikuti oleh kejelasan informasi (p-value = 0,003; OR = 5,135). Komunikasi staf (p-value = 0,027; OR = 2,681) dan manajemen ekspektasi (p-value = 0,000; OR = 6,303) menunjukkan hubungan signifikan dalam analisis bivariat tetapi tidak signifikan dalam analisis multivariat, menunjukkan dominasi variabel lain. Sementara itu, kenyamanan ruang tunggu tidak signifikan (p-value = 0,424; OR = 0,669). Penelitian ini menyoroti pentingnya kebijakan berbasis teknologi, informasi yang jelas, dan interaksi yang ramah dalam menciptakan persepsi positif pasien tentang waktu tunggu. Temuan ini dapat menjadi dasar bagi manajemen rumah sakit untuk meningkatkan kualitas layanan yang lebih terorganisir sesuai dengan kebutuhan pasien. Kata Kunci: Waktu Tunggu, Kebijakan APM, Kejelasan Informasi, Persepsi Pasien, Manajemen Layanan Rumah Sakit.
Analisis Pengaruh Kualitas Layanan SITARO terhadap Loyalitas Pasien dengan Metode SERVQUAL Dicky Hendarsyah; Deddy Nugroho; Dicky Yulius P
Jurnal Medika Malahayati Vol 10, No 3 (2026): Volume 10 Nomor 3
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v10i3.25461

Abstract

Peningkatan mutu pelayanan farmasi menjadi tantangan strategis bagi rumah sakit publik seiring meningkatnya kunjungan pasien rawat jalan dan tuntutan pelayanan berbasis teknologi. SITARO (Siap Antar Obat) dikembangkan untuk mengurangi antrean dan waktu tunggu pelayanan farmasi. Penelitian ini menganalisis pengaruh kualitas layanan SITARO berdasarkan dimensi SERVQUAL, yaitu reliability, responsiveness, assurance, empathy, dan tangibles, terhadap loyalitas pasien rawat jalan. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional dilakukan pada 100 pasien rawat jalan pengguna SITARO periode Desember 2025–Januari 2026. Responden dipilih menggunakan simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert dan dianalisis melalui uji validitas dan reliabilitas, analisis univariat, serta regresi linear berganda. Kelima dimensi SERVQUAL secara simultan berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pasien (F = 45,884; p 0,001), dengan R² = 0,709, sehingga 70,9% variasi loyalitas pasien dapat dijelaskan oleh model. Secara parsial, seluruh dimensi berpengaruh positif dan signifikan, yaitu reliability (β = 0,346), assurance (β = 0,328), tangibles (β = 0,424), responsiveness (β = 0,388), dan empathy (β = 0,299), seluruhnya p 0,001. Tangibles merupakan dimensi paling dominan. Kualitas layanan SITARO berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pasien rawat jalan, dengan tangibles sebagai prediktor terkuat, diikuti responsiveness, reliability, assurance, dan empathy. Rumah sakit perlu memperkuat fasilitas pendukung dan aspek fisik layanan serta mempertahankan daya tanggap, keandalan, jaminan, dan empati untuk meningkatkan pengalaman dan loyalitas pasien.