Kemandirian ekonomi masih menjadi tantangan struktural bagi banyak pesantren di Indonesia, termasuk lembaga pendidikan Islam berskala besar. Penelitian ini menganalisis strategi penggalangan dana Pondok Pesantren Darunnajah Ulujami, Jakarta Selatan, dalam memperkuat kemandirian ekonomi berkelanjutan, mengidentifikasi faktor-faktor kunci keberhasilan, dan mengembangkan model integratif untuk pesantren lain. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus instrumental tunggal. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 18 informan kunci, observasi terstruktur, dan analisis dokumen, serta dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa. Temuan ini mengungkapkan empat strategi penggalangan dana yang terintegrasi: (1) optimalisasi wakaf produktif melalui properti, agribisnis, dan aset komersial; (2) pengelolaan Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS) yang sistematis dan akuntabel; (3) mengembangkan unit usaha mandiri melalui badan hukum korporasi tersendiri; dan (4) menjalin kemitraan strategis berdasarkan modal sosial alumni dan jaringan perusahaan. Tiga faktor kunci keberhasilan diidentifikasi: kepemimpinan transformasional, tata kelola keuangan yang transparan berdasarkan prinsip akuntansi Islam, dan modal sosial alumni yang kuat. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan Model Penggalangan Dana Pesantren Darunnajah (MFPD), yang menawarkan wawasan teoritis untuk manajemen pendidikan Islam dan panduan praktis untuk memperkuat kemandirian ekonomi pesantren di Indonesia.