Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perilaku Konsumen Muslim di Pasar Sentral Karisa Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto Dalam Perspektif Ekonomi Syariah Syam Hijrah; Indah Anggraeni Bakhtiar; Syaripuddin Syaripuddin
Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam Vol. 3 No. 01 (2026): Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam
Publisher : AL HILALI: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku konsumsi masyarakat Muslim di Pasar Sentral Karisa, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, menganalisis penerapan prinsip ekonomi syariah dalam perilaku konsumsi tersebut, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap 11 informan yang terdiri atas tujuh pembeli, tiga pedagang, dan satu pengelola pasar yang dipilih melalui purposive sampling. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku konsumsi masyarakat Muslim di Pasar Sentral Karisa umumnya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari, seperti beras, sayur-mayur, ikan, dan kebutuhan rumah tangga lainnya, dengan penyesuaian terhadap kemampuan ekonomi keluarga. Ditinjau dari perspektif ekonomi syariah, perilaku konsumsi masyarakat telah mencerminkan penerapan prinsip prioritas kebutuhan (aulawiyyat), qana'ah, dan upaya menghindari israf, meskipun pada kondisi tertentu masih ditemukan kecenderungan konsumtif, terutama saat pendapatan meningkat atau menjelang hari raya. Faktor-faktor yang memengaruhi perilaku konsumsi meliputi harga barang, kebutuhan keluarga, kualitas barang, tingkat religiusitas, dan tingkat pendapatan masyarakat. Penelitian ini merekomendasikan penguatan edukasi ekonomi syariah agar kesadaran normatif masyarakat semakin sejalan dengan praktik konsumsi sehari-hari.
Peran Kelompok Tani dalam Peningkatan Kesejahteraan Petani: Perspektif Ekonomi Islam di Jeneponto Sindi Sindi; Yancis Yancis; Syaripuddin Syaripuddin
Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam Vol. 3 No. 01 (2026): Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam
Publisher : AL HILALI: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelompok tani merupakan wadah kelembagaan petani yang idealnya berfungsi sebagai kelas belajar, wahana kerja sama, dan unit produksi guna meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran Kelompok Tani Setia di Dusun Bontoburungeng, Desa Camba-Camba, Kecamatan Batang, Kabupaten Jeneponto dalam meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus mengkaji faktor pendukung dan penghambatnya, ditinjau dari perspektif ekonomi Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan. Data primer diperoleh melalui observasi dan wawancara mendalam terhadap ketua, sekretaris, dan anggota kelompok tani, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen kelompok dan literatur terkait. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kelompok Tani Setia berperan penting sebagai kelas belajar, wahana kerja sama, dan unit produksi, yang tercermin dari penyediaan bibit, pupuk, alat pertanian, serta pendampingan penyuluhan yang berdampak pada peningkatan pendapatan, kepemilikan rumah, dan pemenuhan gizi anggotanya. Dari perspektif ekonomi Islam, peran tersebut mencerminkan nilai ta'awun (tolong-menolong) dan keadilan, meskipun praktik permodalan sebagian anggota masih bersinggungan dengan unsur bunga sehingga belum sepenuhnya sejalan dengan prinsip muamalah syariah. Faktor pendukung meliputi kekompakan anggota dan akses bantuan pemerintah, sementara faktor penghambat meliputi keterbatasan modal, kelangkaan pupuk, dan minimnya infrastruktur irigasi. Penelitian ini merekomendasikan penguatan skema pembiayaan syariah bagi kelompok tani.