Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

TINJAUAN EKONOMI SYARIAH TERHADAP PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM BUDIDAYA RUMPUT LAUT OLEH DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN DI EMPOANG SELATAN KECAMATAN BINAMU KABUPATEN JENEPONTO Selfina Kasim; Yancis Yancis; Susanto Susanto
Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam Vol. 2 No. 03 (2026): Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam
Publisher : AL HILALI: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah pesisir Indonesia menyimpan potensi besar bagi pengembangan ekonomi masyarakat melalui budidaya rumput laut, namun keberhasilannya sangat bergantung pada desain program pemberdayaan yang dijalankan pemerintah daerah. Penelitian ini bertujuan menganalisis langkah-langkah pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat melalui budidaya rumput laut oleh Dinas Kelautan dan Perikanan di Kelurahan Empoang Selatan, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, serta meninjaunya dari perspektif ekonomi syariah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan penelitian lapangan, di mana data dihimpun melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap tujuh informan yang terdiri atas pihak dinas, penyuluh perikanan lapangan, pembudidaya, aparat kelurahan, dan tokoh agama, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pemberdayaan dilaksanakan secara terstruktur dan partisipatif melalui enam tahapan, yaitu sosialisasi, pendataan dan seleksi penerima, pelatihan teknis budidaya, pemberian bantuan sarana dan prasarana, pendampingan lapangan, serta monitoring dan evaluasi, yang terbukti meningkatkan pendapatan rumah tangga pembudidaya hingga sekitar 25 persen. Ditinjau dari perspektif ekonomi syariah, program ini telah mencerminkan prinsip keadilan ('adl), amanah, dan tolong-menolong (ta'awun) serta berhasil mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap praktik ribawi rentenir, namun belum sepenuhnya selaras dengan prinsip syariah secara menyeluruh karena minimnya perlindungan harga dari praktik oligopsoni tengkulak dan belum adanya edukasi kewajiban zakat hasil budidaya laut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa program pemberdayaan tersebut telah memberikan dampak ekonomi positif dan memenuhi aspek kemaslahatan pada sektor hulu, namun memerlukan penguatan regulasi pasar yang berkeadilan dan edukasi syariat yang lebih komprehensif pada sektor hilir.
Peran Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Jeneponto Dalam Meningkatkan Literasi Keuangan Syariah di Kalangan Generasi Milenial Kasmawati Kasmawati; Yancis Yancis; Indah Anggareni Bakhtiar
Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam Vol. 3 No. 01 (2026): Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam
Publisher : AL HILALI: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesenjangan antara indeks literasi keuangan konvensional dan literasi keuangan syariah di Indonesia masih menjadi persoalan struktural yang menuntut peran aktif perbankan syariah, khususnya dalam menjangkau generasi milenial sebagai kelompok usia produktif yang akrab dengan teknologi. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Jeneponto dalam meningkatkan literasi keuangan syariah di kalangan generasi milenial, strategi yang dapat dilakukan, serta tantangan yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap delapan informan yang terdiri atas pimpinan cabang, pegawai marketing, dan generasi milenial nasabah BSI, dengan analisis data melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BSI Cabang Jeneponto berperan meningkatkan literasi keuangan syariah melalui penyediaan akses keuangan yang adil bebas riba, edukasi dan sosialisasi berbasis digital, serta inklusi melalui produk berorientasi milenial. Strategi yang ditempuh mencakup pendekatan digital melalui BSI Mobile, program edukasi langsung, pemanfaatan Agen BSI, dan penyediaan produk spesifik milenial, namun masih dihadapkan pada tantangan rendahnya pemahaman dasar masyarakat mengenai akad-akad syariah serta keterbatasan akses teknologi dan jaringan digital di wilayah pedesaan Jeneponto. Temuan ini sejalan dengan data nasional yang menunjukkan indeks literasi keuangan syariah Indonesia baru mencapai 43,42 persen, jauh tertinggal dibandingkan indeks literasi keuangan umum sebesar 66,46 persen. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran BSI Cabang Jeneponto telah cukup strategis pada level penyediaan akses dan produk, namun keberhasilan jangka panjang literasi keuangan syariah sangat bergantung pada intensitas edukasi berkelanjutan yang menjangkau kesenjangan literasi digital di wilayah pedesaan.
Peran Kelompok Tani dalam Peningkatan Kesejahteraan Petani: Perspektif Ekonomi Islam di Jeneponto Sindi Sindi; Yancis Yancis; Syaripuddin Syaripuddin
Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam Vol. 3 No. 01 (2026): Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam
Publisher : AL HILALI: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelompok tani merupakan wadah kelembagaan petani yang idealnya berfungsi sebagai kelas belajar, wahana kerja sama, dan unit produksi guna meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran Kelompok Tani Setia di Dusun Bontoburungeng, Desa Camba-Camba, Kecamatan Batang, Kabupaten Jeneponto dalam meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus mengkaji faktor pendukung dan penghambatnya, ditinjau dari perspektif ekonomi Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan. Data primer diperoleh melalui observasi dan wawancara mendalam terhadap ketua, sekretaris, dan anggota kelompok tani, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen kelompok dan literatur terkait. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kelompok Tani Setia berperan penting sebagai kelas belajar, wahana kerja sama, dan unit produksi, yang tercermin dari penyediaan bibit, pupuk, alat pertanian, serta pendampingan penyuluhan yang berdampak pada peningkatan pendapatan, kepemilikan rumah, dan pemenuhan gizi anggotanya. Dari perspektif ekonomi Islam, peran tersebut mencerminkan nilai ta'awun (tolong-menolong) dan keadilan, meskipun praktik permodalan sebagian anggota masih bersinggungan dengan unsur bunga sehingga belum sepenuhnya sejalan dengan prinsip muamalah syariah. Faktor pendukung meliputi kekompakan anggota dan akses bantuan pemerintah, sementara faktor penghambat meliputi keterbatasan modal, kelangkaan pupuk, dan minimnya infrastruktur irigasi. Penelitian ini merekomendasikan penguatan skema pembiayaan syariah bagi kelompok tani.