Industri konstruksi merupakan salah satu sektor pekerjaan yang memiliki tingkat risiko kecelakaan kerja cukup tinggi sehingga diperlukan penerapan sistem keselamatan kerja yang lebih efektif dan terintegrasi. Perkembangan teknologi digital pada industri konstruksi mendorong penerapan Building Information Modeling (BIM) 8D sebagai salah satu upaya dalam mendukung keselamatan konstruksi berbasis digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran serta implementasi Building Information Modeling (BIM) 8D pada keselamatan konstruksi di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur melalui pengumpulan berbagai jurnal, buku, prosiding, dan artikel ilmiah yang relevan dengan penerapan BIM dan keselamatan konstruksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BIM 8D memiliki peran penting dalam mendukung identifikasi potensi bahaya, visualisasi risiko kerja, simulasi keselamatan, serta monitoring pengendalian risiko kerja secara lebih efektif dan terintegrasi. Namun, implementasi BIM 8D di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan sumber daya manusia, rendahnya pemahaman terhadap teknologi BIM, tingginya biaya implementasi, keterbatasan infrastruktur teknologi, serta belum optimalnya regulasi dan dukungan implementasi BIM pada industri konstruksi. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pengembangan regulasi, pelatihan BIM, serta dukungan infrastruktur teknologi guna mendukung penerapan BIM 8D pada keselamatan konstruksi di Indonesia.