Abd Rahim
Sekolah Tinggi Teknologi Bontang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Anteseden Minat Membeli Menggunakan Online Shopping Blibli.com pada Masyarakat Perkotaan di Provinsi Kalimantan Timur Sulaiman; Abd Rahim; Velisa Desi Nor Azizah
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi Vol. 9 No. 4 (2026): Agustus, 2026
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/vb33tm92

Abstract

Abstrak – Perkembangan teknologi informasi telah mendorong pertumbuhan perdagangan elektronik (e-commerce) di Indonesia, sehingga meningkatkan minat masyarakat untuk melakukan transaksi melalui aplikasi belanja online. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh perceived risk, perceived ease of use, perceived usefulness, dan trust terhadap behavioral intention pengguna aplikasi belanja online Blibli.com pada masyarakat perkotaan di Provinsi Kalimantan Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 161 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan bantuan perangkat lunak AMOS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceived risk, perceived ease of use, dan perceived usefulness berpengaruh positif dan signifikan terhadap trust. Selain itu, perceived risk berpengaruh negatif dan signifikan terhadap behavioral intention, sedangkan perceived ease of use, perceived usefulness, dan trust berpengaruh positif dan signifikan terhadap behavioral intention. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kemudahan penggunaan, manfaat yang dirasakan, dan tingkat kepercayaan pengguna mampu meningkatkan minat masyarakat menggunakan aplikasi Blibli.com, sedangkan persepsi risiko yang tinggi cenderung menurunkan minat penggunaan. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris terhadap pengembangan Technology Acceptance Model (TAM) pada konteks e-commerce di Indonesia serta menjadi masukan bagi penyedia layanan digital dalam meningkatkan kualitas layanan dan kepercayaan pengguna. Kata kunci: niat perilaku; persepsi kemudahan penggunaan; persepsi risiko; persepsi kegunaan; kepercayaan; Abstract - The rapid development of information technology has accelerated the growth of electronic commerce (e-commerce) in Indonesia and encouraged consumers to conduct online shopping activities. This study aims to analyze the effects of perceived risk, perceived ease of use, perceived usefulness, and trust on the behavioral intention of Blibli.com users in urban areas of East Kalimantan Province. A quantitative survey approach was employed involving 161 respondents selected through accidental sampling. Data were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) with AMOS software. The findings reveal that perceived risk, perceived ease of use, and perceived usefulness have positive and significant effects on trust. Furthermore, perceived risk has a negative and significant effect on behavioral intention, whereas perceived ease of use, perceived usefulness, and trust positively and significantly influence behavioral intention. These findings indicate that improving system usability, perceived usefulness, and user trust can enhance consumers' intention to use Blibli.com, while higher perceived risk tends to reduce their intention. This study contributes to the empirical development of the Technology Acceptance Model (TAM) in the Indonesian e-commerce context and provides practical recommendations for digital commerce providers to improve quality and customer trust. Keywords: behavioral intention; perceived ease of use; perceived risk; perceived usefulness; trust;
Analisis Pengaruh Brand Awareness, Brand Image dan Perceived Quality Terhadap Brand Extension Melalui Brand Loyalty pada Pengguna Produk Merek Samsung di Kota Bontang Abd Rahim; Rianindya Chandra Hardika; Irfani Zuhrufillah
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi Vol. 9 No. 1 (2026): Februari, 2026
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v9i1.213

Abstract

Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Brand Awareness, Brand Image, dan Perceived Quality terhadap Brand Extension melalui Brand Loyalty. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan path analysis yang dioleh dengan software SPSS statistik versi 22.0 dan Structural Equation Modelling (SEM) atau IBM SPSS amos 23. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 126 responden yang tersebar di Kota Bontang, mereka adalah pengguna produk merek samsung dikota Bontang, pengukuran menggunakan skala likert dengan skor 1-5. Dalam penelitian ini juga dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas, selanjutnya dilakukan uji estimasi dan uji struktural model fit. Berdasarkan model structural kami menemukan, Persepsi Brand Awareness, Brand Image dan Perceived Quality berpengaruh signifikan terhadap Brand Loyalty, Brand Extension berpengaruh signifikan terhadap Brand Loyalty, dan Brand Awareness, Brand Image dan Perceived Quality berpengaruh tidak signifikan terhadap Brand Extension Kata kunci: Brand Awareness; Brand Image; Perceived Quality; Brand Extention; Brand Loyalty; Abstract - This study aims to analyze the effect of Brand Awareness, Brand Image, and Perceived Quality on Brand Extension through Brand Loyalty. This study uses a quantitative approach using path analysis processed with SPSS statistical software version 22.0 and Structural Equation Modeling (SEM) or IBM SPSS amos 23. The sample taken in this study consisted of 126 respondents spread across the city of Bontang, who were users of Samsung products in the city of Bontang. The measurement used a Likert scale with a score of 1-5. In this study, validity and reliability tests were also carried out, followed by estimation tests and structural model fit tests. Based on the structural model, we found that Brand Awareness, Brand Image, and Perceived Quality significantly influence Brand Loyalty, Brand Extension significantly influences Brand Loyalty, and Brand Awareness, Brand Image, and Perceived Quality do not significantly influence Brand Extension. Keywords: Brand Awareness; Brand Image; Perceived Quality; Brand Extension; Brand Loyalty;
THE INFLUENCE OF FINTECH, SOCIAL MEDIA AND E-COMMERCE ON INCREASING UMKM INCOME IN BONTANG CITY, EAST KALIMANTAN sulaiman sulaiman; Abd Rahim; Aditya Pratama; Firmannudin Firmannudin
Jurnal Manajemen Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Manajemen
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36546/jm.v13i1.1561

Abstract

Abstract: MSMEs play a crucial role in Indonesia's economy, including in Bontang City, East Kalimantan. In the digital era, the use of financial technology (Fintech), social media, and e-commerce has the potential to increase MSME income. However, the effectiveness of each technology in supporting MSME growth remains unclear, necessitating further research. This study aims to analyze the impact of Fintech, social media, and e-commerce on the income growth of MSMEs in Bontang City and to identify the challenges faced in adopting digital technology. A quantitative research approach was used, employing a survey method with 393 MSME respondents in Bontang City. Multiple linear regression analysis was conducted to examine the relationship between Fintech, social media, e-commerce, and MSME income. The findings indicate that e-commerce has a positive and significant impact on MSME income growth. However, the use of Fintech and social media does not significantly contribute to increased MSME income. Although social media and Fintech are widely used by MSMEs, their effectiveness in boosting income remains limited. The primary barriers to digital technology adoption among MSMEs in Bontang City include low digital literacy, unequal access to technology, and a lack of understanding of effective digital marketing strategies. E-commerce has proven to be the most effective tool in increasing MSME income compared to Fintech and social media. Therefore, optimizing the use of Fintech and social media and improving digital literacy among MSME players are crucial. Government support in the form of training and digital infrastructure development is also necessary to accelerate MSME digital transformation in Bontang City.
TRANSFORMASI DIGITAL PEDAGANG PASAR : PELATIHAN DAN PEDAMPINGAN PEMASARAN PRODUK MELALUI PLATFORM SHOPEE Abd Rahim; Sulaiman Sulaiman; Irfani Zuhrufillah
Jurnal Pengabdian Indonesia (JPI) Vol. 2 No. 2 (2026): Vol. 2 No. 2 Edisi Juli 2026
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/jpi.v2i2.3070

Abstract

Transformasi digital dalam perdagangan memberikan peluang bagi pelaku usaha mikro untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing. Namun, pedagang pasar tradisional masih menghadapi keterbatasan dalam literasi dan keterampilan digital, pengelolaan usaha, serta diversifikasi saluran pemasaran. Mitra dalam kegiatan pengabdian ini merupakan pedagang Pasar Rawa Indah yang sebagian besar masih mengandalkan penjualan secara offline, sementara perubahan perilaku konsumen menyebabkan penurunan jumlah pengunjung pasar. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas pedagang dalam memanfaatkan teknologi digital, khususnya platform e-commerce Shopee, sebagai sarana pemasaran dan penjualan produk. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif partisipatif yang meliputi dilakukan secara bertahap melalui sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan intensif, evaluasi, dan keberlanjutan program. Pelatihan menggunakan pendekatan learning by doing yang mencakup pembuatan dan pengelolaan toko Shopee, pengunggahan produk, fotografi dan deskripsi produk, pengelolaan pesanan, strategi promosi, pencatatan keuangan sederhana, perhitungan harga pokok penjualan, penentuan harga jual, serta manajemen stok. Selanjutnya, mitra didampingi dalam mengoptimalkan toko digital dan memanfaatkan media sosial sebagai saluran pemasaran pendukung. Program diharapkan menghasilkan pedagang yang mampu mengelola toko online secara mandiri, memperluas jangkauan pemasaran, meningkatkan interaksi dengan konsumen digital, serta meningkatkan peluang peningkatan penjualan dan keberlanjutan usaha. Keberlanjutan program didukung melalui penyediaan modul digital, grup komunikasi, berbagi praktik baik, dan monitoring pascaprogram.