sulaiman sulaiman
Sekolah Tinggi Teknologi Bontang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

THE INFLUENCE OF FINTECH, SOCIAL MEDIA AND E-COMMERCE ON INCREASING UMKM INCOME IN BONTANG CITY, EAST KALIMANTAN sulaiman sulaiman; Abd Rahim; Aditya Pratama; Firmannudin Firmannudin
Jurnal Manajemen Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Manajemen
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36546/jm.v13i1.1561

Abstract

Abstract: MSMEs play a crucial role in Indonesia's economy, including in Bontang City, East Kalimantan. In the digital era, the use of financial technology (Fintech), social media, and e-commerce has the potential to increase MSME income. However, the effectiveness of each technology in supporting MSME growth remains unclear, necessitating further research. This study aims to analyze the impact of Fintech, social media, and e-commerce on the income growth of MSMEs in Bontang City and to identify the challenges faced in adopting digital technology. A quantitative research approach was used, employing a survey method with 393 MSME respondents in Bontang City. Multiple linear regression analysis was conducted to examine the relationship between Fintech, social media, e-commerce, and MSME income. The findings indicate that e-commerce has a positive and significant impact on MSME income growth. However, the use of Fintech and social media does not significantly contribute to increased MSME income. Although social media and Fintech are widely used by MSMEs, their effectiveness in boosting income remains limited. The primary barriers to digital technology adoption among MSMEs in Bontang City include low digital literacy, unequal access to technology, and a lack of understanding of effective digital marketing strategies. E-commerce has proven to be the most effective tool in increasing MSME income compared to Fintech and social media. Therefore, optimizing the use of Fintech and social media and improving digital literacy among MSME players are crucial. Government support in the form of training and digital infrastructure development is also necessary to accelerate MSME digital transformation in Bontang City.
TRANSFORMASI DIGITAL PEDAGANG PASAR : PELATIHAN DAN PEDAMPINGAN PEMASARAN PRODUK MELALUI PLATFORM SHOPEE Abd Rahim; Sulaiman Sulaiman; Irfani Zuhrufillah
Jurnal Pengabdian Indonesia (JPI) Vol. 2 No. 2 (2026): Vol. 2 No. 2 Edisi Juli 2026
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/jpi.v2i2.3070

Abstract

Transformasi digital dalam perdagangan memberikan peluang bagi pelaku usaha mikro untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing. Namun, pedagang pasar tradisional masih menghadapi keterbatasan dalam literasi dan keterampilan digital, pengelolaan usaha, serta diversifikasi saluran pemasaran. Mitra dalam kegiatan pengabdian ini merupakan pedagang Pasar Rawa Indah yang sebagian besar masih mengandalkan penjualan secara offline, sementara perubahan perilaku konsumen menyebabkan penurunan jumlah pengunjung pasar. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas pedagang dalam memanfaatkan teknologi digital, khususnya platform e-commerce Shopee, sebagai sarana pemasaran dan penjualan produk. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif partisipatif yang meliputi dilakukan secara bertahap melalui sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan intensif, evaluasi, dan keberlanjutan program. Pelatihan menggunakan pendekatan learning by doing yang mencakup pembuatan dan pengelolaan toko Shopee, pengunggahan produk, fotografi dan deskripsi produk, pengelolaan pesanan, strategi promosi, pencatatan keuangan sederhana, perhitungan harga pokok penjualan, penentuan harga jual, serta manajemen stok. Selanjutnya, mitra didampingi dalam mengoptimalkan toko digital dan memanfaatkan media sosial sebagai saluran pemasaran pendukung. Program diharapkan menghasilkan pedagang yang mampu mengelola toko online secara mandiri, memperluas jangkauan pemasaran, meningkatkan interaksi dengan konsumen digital, serta meningkatkan peluang peningkatan penjualan dan keberlanjutan usaha. Keberlanjutan program didukung melalui penyediaan modul digital, grup komunikasi, berbagi praktik baik, dan monitoring pascaprogram.