Ririn Anjelin
Departemen Farmasi, Fakultas Kesehatan, STIKES Keluarga Bunda Jambi, Jambi, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Potensi Interaksi Obat pada Pasien Geriatri Hipertensi Rawat Inap di Rumah Sakit Royal Prima Jambi Hagia Wati; Ririn Anjelin; Novi Erviana Harahap; Nadia Raihana
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 1 (2026): Nursing and Health Care Technology-January to June Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i1.244

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang paling banyak dialami oleh kelompok lanjut usia (geriatri) dan sering kali memerlukan terapi dengan beberapa jenis obat secara bersamaan (polifarmasi). Kondisi ini dapat meningkatkan risiko terjadinya interaksi obat yang berpotensi menurunkan efektivitas terapi maupun menimbulkan efek samping yang merugikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi interaksi obat pada pasien geriatri hipertensi rawat inap di Rumah Sakit Royal Prima Jambi tahun 2024. Penelitian menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan retrospektif melalui penelusuran data rekam medis pasien. Data dianalisis secara kuantitatif dan deskriptif dengan bantuan aplikasi SPSS versi 25.0, sedangkan identifikasi interaksi obat dilakukan menggunakan Medscape Drug Interaction Checker, Drugs.com, dan Stockley’s Drug Interactions. Hasil penelitian menunjukkan bahwa golongan antihipertensi yang paling banyak digunakan adalah Calcium Channel Blocker (43.28%), diikuti ACE Inhibitor (25,37%), Beta Blocker (13.34%), Diuretik (10.45%), dan Angiotensin Receptor Blocker (ARB) (7.46%). Ditemukan 28 kasus interaksi obat yang terdiri atas 17.86% tingkat minor, 67.86% moderat, dan 14.29% mayor. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa potensi interaksi obat pada pasien geriatri hipertensi masih cukup tinggi, sehingga diperlukan pemantauan penggunaan obat yang lebih ketat serta peran aktif tenaga farmasi dalam mengidentifikasi dan mencegah interaksi yang dapat menimbulkan risiko klinis.  
Evaluasi Tingkat Kepatuhan Pasien Hipertensi dengan Penyakit Jantung terhadap Penggunaan Obat Hipertensi Wili Wili; Ririn Anjelin; Hary Saputra; Fefri Ferianty
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 1 (2026): Nursing and Health Care Technology-January to June Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i1.245

Abstract

Ketidakpatuhan dapat menyebabkan tekanan darah tidak terkontrol dan meningkatkan risiko komplikasi kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepatuhan pasien hipertensi dengan penyakit jantung terhadap penggunaan obat antihipertensi serta mendeskripsikan faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan tersebut di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Royal Prima Jambi. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 30 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria pasien hipertensi dengan penyakit jantung yang telah menjalani terapi antihipertensi rutin minimal selama tiga bulan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) dan telaah rekam medis. Analisis dilakukan secara deskriptif kuantitatif untuk menggambarkan distribusi karakteristik responden dan tingkat kepatuhan pasien terhadap penggunaan obat antihipertensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien memiliki tingkat kepatuhan sedang hingga rendah terhadap penggunaan obat antihipertensi. Faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, pekerjaan, dan jenis obat rutin yang digunakan tampak berhubungan dengan variasi tingkat kepatuhan pasien. Pasien yang berusia lanjut, berjenis kelamin perempuan, bekerja sebagai ibu rumah tangga, serta menggunakan kombinasi dua hingga tiga jenis obat cenderung memiliki tingkat kepatuhan lebih tinggi dibandingkan kelompok lainnya. Kesimpulannya, tingkat kepatuhan pasien hipertensi dengan penyakit jantung terhadap penggunaan obat antihipertensi di Rumah Sakit Royal Prima Jambi masih tergolong sedang hingga rendah. Faktor demografi dan regimen pengobatan berpengaruh terhadap pola kepatuhan pasien.