Pemerintah Indonesia saat ini gencar melakukan pembangunan infrastruktur jalan tol sebagai upaya strategis untuk meningkatkan konektivitas antar wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional Provinsi Jambi merupakan salah satu daerah yang menghadapi permasalahan kompleks terkait kondisi geoteknik. Tanah di wilayah ini, terutama pada area rawa, memiliki sifat lunak (soft soil) dengan kadar air tinggi dan daya dukung rendah. Salah satu proyek strategis nasional yang sedang dilaksanakan adalah pembangunan Jalan Tol Bayung Lencir-Tempino Seksi 3 di Jambi pada pengerjaan di jalan tol tersebut tepatnya pada STA 141 + 800 akan dilaksanakan perbaikan tanah menggunakan Preloading namun setelah dilakukan perbaikan terjadi penurunan melebihi MDP (Manual Desain Perkerasan) 2024 akhirnya diganti menggunakan EPS 22 studi ini membandingkan hasil penurunan dan waktu antara Preloading, EPS 22 dan EPS 46 menggunakan bantuan Plaxis 2D V20. Hasil yang didapat penurunan Preloading 11,89 cm dengan waktu 23 hari, EPS 22 4,523 cm dengan waktu 16 hari dan EPS 46 4,604 cm dengan waktu 16 hari. Kesimpulannya metode perbaikan seperti preloading efektif jika proyek tersebut pengerjaan lama namun dikondisi ini pekerjaan tersebut harus diselesaikan juga maka perlu EPS untuk pengganti dari preloading dan juga pemilihan jenis EPS harus melihat lagi dari segi berat EPS sendiri dan tanah dasar yang mendasari EPS karna jika tanah tersebut cenderung loose sand penurunan akan cenderung lebih besar di EPS 46 karna dengan bobot yang berat dan material yang kaku EPS 46 tidak dapat mendistribusikan beban secara merata.