This Author published in this journals
All Journal Jimulti
Riqqi Qulubi
Institut Ahmad Dahlan Probolinggo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kajian Etnomatematika Konsep Sudut Pada Jurus Gerak Wajib A Tapak Suci Riqqi Qulubi; Ririn Wahyu Ningsih; Nur Wiji Sholikin
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2026): Agustus 2026
Publisher : PT. Nawa Edukasi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67864/jimulti.v2i4.214

Abstract

Matematika sering dipandang sebagai ilmu yang abstrak sehingga kurang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Padahal, berbagai aktivitas budaya, termasuk pencak silat, mengandung konsep matematika yang dapat dikaji melalui pendekatan etnomatematika. Permasalahan dalam penelitian ini adalah belum teridentifikasinya secara komprehensif konsep sudut yang terdapat pada Jurus Gerak Wajib A Tapak Suci di Unit Kegiatan Mahasiswa Institut Ahmad Dahlan Probolinggo. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mendeskripsikan, dan menganalisis konsep sudut yang terkandung dalam setiap rangkaian gerakan Jurus Gerak Wajib A. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain etnografi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap pelatih utama serta dua pesilat yang dipilih menggunakan teknik purposive dan snowball sampling. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jurus Gerak Wajib A memuat konsep geometri berupa sudut siku-siku (90°), sudut lurus (180°), dan sudut tumpul (100°–150°) yang diterapkan pada gerakan tangan dan kaki untuk menghasilkan keseimbangan, akurasi serangan, serta efektivitas pertahanan. Temuan ini menunjukkan bahwa gerakan Tapak Suci merupakan representasi matematika yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar matematika kontekstual berbasis budaya lokal.