Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Lama Penggunaan Ventilator Dengan Kejadian Ventilator Associated Pneumonia (VAP) Di Intensive Care Unit Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya Mia Ari Andayani; Feri Catur Yuliani; Bunari Bunari
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1489

Abstract

Latar Belakang : Ventilator Associated Pneumonia (VAP) merupakan salah satu infeksi nosokomial yang sering terjadi pada pasien yang menggunakan ventilator mekanik di Intensive Care Unit (ICU). Lama penggunaan ventilator merupakan salah satu faktor risiko utama yang dapat meningkatkan kejadian VAP. Semakin lama penggunaan ventilator mekanik, semakin besar risiko terjadinya kolonisasi bakteri pada saluran napas sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama penggunaan ventilator dengan kejadian Ventilator Associated Pneumonia (VAP) di Intensive Care Unit Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya. Metodologi : Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 30 responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data diperoleh dari rekam medis pasien ICU kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian : Sebagian besar responden menggunakan ventilator selama ≥48 jam sebanyak 20 responden (66,7%), tidak mengalami VAP sebanyak 17 responden (56,7%). Hasil analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square diperoleh nilai p-value = 0,004 (p<0,05), sehingga menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara lama penggunaan ventilator dengan kejadian Ventilator Associated Pneumonia (VAP). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara lama penggunaan ventilator dengan kejadian Ventilator Associated Pneumonia (VAP) di Intensive Care Unit Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya.
Hubungan Perilaku Caring Perawat Dengan Koping Keluarga Pasien ICU Di Rumah Sakit Bhayangkara TK III Palangka Raya Fittauli Nababan; Akbar Amin Abdullah; Bunari Bunari
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1532

Abstract

Latar Belakang: Keluarga pasien yang dirawat di Intensive Care Unit (ICU) rentan mengalami stres dan kecemasan akibat kondisi pasien yang kritis. Perilaku caring perawat melalui komunikasi, empati, dan dukungan emosional diduga berperan dalam membantu keluarga mengembangkan mekanisme koping yang adaptif. Tujuan: Mengetahui hubungan perilaku caring perawat dengan koping keluarga pasien ICU di RS Bhayangkara TK III Palangka Raya. Metode: Penelitian kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dan sampel berjumlah 30 keluarga pasien ICU menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Assessment Caring Tool (ACT) dan Brief COPE Inventory (BCI), kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Sebagian besar responden memiliki koping adaptif sebanyak 24 orang (80%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku caring perawat dengan koping keluarga pasien ICU, dengan nilai Pearson Chi-Square sebesar 18,600 dan p-value = 0,000 (p<0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara perilaku caring perawat dengan koping keluarga pasien ICU. Semakin baik perilaku caring perawat, semakin adaptif mekanisme koping keluarga pasien, sehingga penerapan perilaku caring perlu terus ditingkatkan untuk mendukung pelayanan keperawatan yang berorientasi pada keluarga.
Hubungan Kepatuhan Tenaga Kesehatan Dalam Penerapan Bundle Pencegahan Ventilator Associated Pneumonia (VAP) Dengan Kejadian VAP Di ICU RS Bhayangkara Palangka Raya Ayu Arlina; Feri Catur Yuliani; Bunari Bunari
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1544

Abstract

Latar Belakang: Ventilator Associated Pneumonia (VAP) merupakan infeksi nosokomial pada pasien pengguna ventilator mekanik di ICU yang meningkatkan lama rawat inap dan risiko mortalitas. Pencegahan VAP dilakukan melalui penerapan bundle pencegahan VAP secara konsisten oleh tenaga kesehatan. Tujuan: Mengetahui hubungan kepatuhan tenaga kesehatan dalam penerapan bundle pencegahan VAP dengan kejadian VAP di ICU RS Bhayangkara Palangka Raya Tahun 2026. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 30 pasien pengguna ventilator dan 25 tenaga kesehatan yang dipilih menggunakan total sampling. Data dikumpulkan melalui lembar observasi dan rekam medis, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil: Sebanyak 19 pasien (63,3%) mendapatkan pelayanan dari tenaga kesehatan yang patuh dalam penerapan bundle pencegahan VAP, sedangkan 11 pasien (36,7%) dari tenaga kesehatan yang tidak patuh. Sebagian besar pasien tidak mengalami VAP, yaitu 20 pasien (66,7%), sedangkan 10 pasien (33,3%) mengalami VAP. Uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan tenaga kesehatan dengan kejadian VAP (p-value=0,010). Kesimpulan: Kepatuhan tenaga kesehatan dalam menerapkan bundle pencegahan VAP berhubungan signifikan dengan penurunan kejadian VAP pada pasien pengguna ventilator.
Hubungan Mutu Pelayanan Dengan Loyalitas Pasien Rawat Jalan Di Poliklinik Mata RS Bhayangkara Palangka Raya Yety Muntiasari; Akbar Amin Abdullah; Bunari Bunari
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1554

Abstract

Latar Belakang: Mutu pelayanan merupakan faktor penting yang memengaruhi loyalitas pasien dalam memanfaatkan pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan mutu pelayanan dengan loyalitas pasien rawat jalan di Poliklinik Mata RS Bhayangkara Palangka Raya. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel berjumlah 150 pasien rawat jalan yang dipilih sesuai kriteria penelitian. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil: Mayoritas responden berusia 26–45 tahun, berjenis kelamin perempuan, berpendidikan SMA/SMK, dan bekerja di sektor swasta. Sebagian besar responden menilai mutu pelayanan dalam kategori baik dan memiliki loyalitas tinggi. Hasil uji chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara mutu pelayanan dengan loyalitas pasien (p < 0,05). Responden yang menilai mutu pelayanan baik cenderung memiliki loyalitas lebih tinggi dibandingkan responden yang menilai mutu pelayanan kurang baik. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara mutu pelayanan dengan loyalitas pasien rawat jalan di Poliklinik Mata RS Bhayangkara Palangka Raya. Peningkatan mutu pelayanan berpotensi meningkatkan loyalitas pasien.