Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Faktor Underweight Anak 24-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Tosora Kabupaten Wajo Rhahminsyah Ismail; Muhammad Rifai; Muh. Ilyas Nur
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1494

Abstract

Underweight merupakan salah satu indikator status gizi yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Tingginya prevalensi underweight menunjukkan bahwa masih terdapat balita yang mengalami kekurangan berat badan menurut umur akibat faktor asupan gizi, penyakit infeksi, kondisi lingkungan, dan faktor sosial ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor faktor yang berhubungan dengan penyebab Underweight balita di wilayah kerja puskesmas tosora kabupaten Wajo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain crosssectional. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Tosora Kabupaten Wajo pada bulan Mei–Juni 2026. Populasi penelitian Adalah ibu anak underweight 24-59 bulan sebanyak 63 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-square, dan multivariat menggunakan regresi linier berganda dengan tingkat signifikansi 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara bivariat tidak terdapat hubungan signifikan antara pola asuh (p = 1,000), sanitasi dan air bersih (p = 0,419), pengetahuan ibu (p = 0,227) terhadap Kejadian Underweight Balita Usia 24-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Tosora. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa pola asuh dengan nilai p-value (Sig.) = 0,767, sanitasi dan air bersih dengan p-value = 0,999), serta pendidikan ibu p-value = 0,999 menunjukkan bahwa tidak ada variabel yang berpengaruh secara signifikan terhadap kejadian underweight, karena seluruh variabel independen memiliki nilai signifikansi lebih besar dari 0,05.
Analisis Faktor Determinan Yang Berhubungan Dengan Proteksi Radiasi Pada Mahasiswa Saat Praktik Di Laboratorium Radiologi Stikes Maluku Husada: Analysis of Determinant Factors Related to Radiation Protection Among Students During Radiology Laboratory Practicum Stikes Maluku Husada Jarna Suneth; Muh. Ilyas Nur; Muhammad Rifai
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1611

Abstract

Latar Belakang: Dalam dunia medis, radiasi berperan penting sebagai alat diagnostik yang revolusioner. Penggunaan radiasi pengion seperti Sinar-X, Computed Tomography (CT), dan Positron Emission Tomography (PET) scan memungkinkan dokter untuk melihat struktur internal tubuh manusia tanpa melakukan tindakan pembedahan invasif. Tujuan: Mengetahui hubungan faktor determinan yang berhubungan dengan perilaku proteksi radiasi pada mahasiswa saat praktik di Laboratorium Radiologi STIKes Maluku Husada. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian cross‑sectional. Populasi 101 Mahasiswa, Sampel 81 Mahasiswa. Data dikumpulakan melalui koesioner dan observasi. Hasil: Hasil analisis antara pengetahuan Kurang Baik dengan perilaku proteksi radiasi yaitu Kurang Baik sebanyak 38 respoden (65.5%), Pengetahuan Baik dengan perilaku proteksi radiasi kurang baik 2 responden (8.7) dan perilaku proteksi baik 21 responden (91.3%). Hasil analisis antara Sikap negatif dengan perilaku proteksi radiasi Kurang Baik 28 respoden (80,0%), dan Baik 7 respoden (20.0%). Sikap Positif dengan perilaku proteksi radiasi kurang baik 12 responden (26.1%) dan baik 34 responden (73.9%). Hasil analisis antara ketersediaan alat tidak tersedia dengan perilaku proteksi radiasi Kurang Baik sebanyak 30 respoden (88.2%), dan Baik 4 respoden (11.8%), Ketersediaan alat tersedia dengan perilaku proteksi radiasi kurang baik 10 responden (21.3%) dan baik 37 responden (78.7%). Hasil analisis antara kedisiplinan yang tidak disiplin dengan perilaku proteksi radiasi Kurang Baik 30 respoden (75.0%), dan Baik sebanyak 10 respoden (25.0%), Kedisplinan yang disiplin dengan perilaku proteksi radiasi kurang baik 10 responden (24.4%) dan baik 31 responden (75.6%). Berdasarkan Hasil analisis uji chi square di peroleh nilai p = 0.000 (< 0.005%) maka secara stastistika ketersediaan alat, Pengetahuan, sikap dan kedisiplinan dengan perilaku proteksi radiasi berhubungan secara signifikan Kesimpulan: hasil penelitian terdapat Hubungan pengetahuan, sikap, ketersediaan alat dan kedisiplinanan dengan perilaku proteksi radiasi pada mahasiswa saat praktik di laboratorium.
Analisis Pengaruh Pengetahuan, Sikap, Perilaku, Dan Sarana Prasarana Terhadap Implementasi Pengelolaan Limbah Medis Padat Di UPTD Puskesmas Andeo Kabupaten Konawe Utara: Analysis of the Influence of Knowledge, Attitudes, Practices, and Facilities on the Implementation of Solid Medical Waste Management at the Andeo Community Health Center, North Konawe Regency Misnayati Misnayati; Muhammad Rifai; Muh. Ilyas Nur
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1644

Abstract

Pengelolaan limbah medis padat penting untuk mencegah penularan infeksi, pencemaran lingkungan, dan pajanan kerja di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh simultan pengetahuan, sikap, perilaku, serta sarana dan prasarana terhadap implementasi pengelolaan limbah medis padat di UPTD Puskesmas Andeo Kabupaten Konawe Utara. Penelitian kuantitatif dengan desain potong lintang dilaksanakan pada Mei–Juni 2026 dan melibatkan seluruh 31 tenaga kesehatan melalui total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan lembar observasi, kemudian dianalisis secara univariat serta regresi linier berganda. Hasil multivariat menunjukkan pengetahuan (β=0,253; p=0,037), sikap (β=0,318; p=0,006), serta sarana dan prasarana (β=0,503; p<0,001) berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan perilaku tidak signifikan setelah dikontrol bersama (β=0,084; p=0,487). Model signifikan (F=23,545; p<0,001) dan mampu menjelaskan 78,4% variasi pengelolaan limbah medis (R²=0,784). Sarana dan prasarana merupakan faktor paling dominan. Pemenuhan fasilitas, peningkatan kompetensi berkelanjutan, dan penguatan penerapan prosedur operasional standar perlu menjadi prioritas.