Pengelolaan limbah medis padat penting untuk mencegah penularan infeksi, pencemaran lingkungan, dan pajanan kerja di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh simultan pengetahuan, sikap, perilaku, serta sarana dan prasarana terhadap implementasi pengelolaan limbah medis padat di UPTD Puskesmas Andeo Kabupaten Konawe Utara. Penelitian kuantitatif dengan desain potong lintang dilaksanakan pada Mei–Juni 2026 dan melibatkan seluruh 31 tenaga kesehatan melalui total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan lembar observasi, kemudian dianalisis secara univariat serta regresi linier berganda. Hasil multivariat menunjukkan pengetahuan (β=0,253; p=0,037), sikap (β=0,318; p=0,006), serta sarana dan prasarana (β=0,503; p<0,001) berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan perilaku tidak signifikan setelah dikontrol bersama (β=0,084; p=0,487). Model signifikan (F=23,545; p<0,001) dan mampu menjelaskan 78,4% variasi pengelolaan limbah medis (R²=0,784). Sarana dan prasarana merupakan faktor paling dominan. Pemenuhan fasilitas, peningkatan kompetensi berkelanjutan, dan penguatan penerapan prosedur operasional standar perlu menjadi prioritas.
Copyrights © 2026