Manajemen risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan upaya sistematis untuk mengidentifikasi, menilai, dan mengendalikan potensi bahaya guna mengurangi risiko kecelakaan kerja serta mencegah penyakit akibat kerja. Ruang filing rekam medis di rumah sakit memiliki berbagai potensi bahaya yang dapat memengaruhi keselamatan dan kesehatan petugas dalam melaksanakan pekerjaannya. Oleh karena itu, penerapan manajemen risiko K3 di ruang filing perlu dilakukan untuk meminimalkan risiko yang dapat mengganggu keselamatan kerja petugas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen risiko K3 di ruang filing RS Bunda Sejati. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penilaian tingkat risiko dilakukan menggunakan matriks risiko berdasarkan tingkat kemungkinan (likelihood) dan tingkat keparahan (severity). Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara terhadap tiga petugas filing serta kepala unit rekam medis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat risiko K3 yang dikelompokkan ke dalam kategori risiko fisik dan risiko ergonomis. Risiko dengan prioritas tertinggi adalah sakit pinggang dan kelelahan otot akibat postur kerja yang kurang ergonomis. Prioritas berikutnya adalah risiko tergores saat mengambil atau mengembalikan berkas rekam medis ke rak, sedangkan risiko lainnya meliputi tertimpa berkas rekam medis akibat rak yang penuh serta terjatuh dari tangga saat mengambil berkas pada rak yang tinggi. Berdasarkan hasil penelitian, masih terdapat risiko K3 di ruang filing RS Bunda Sejati yang memerlukan pengendalian sesuai dengan hierarki pengendalian risiko agar keselamatan dan kesehatan kerja petugas dapat ditingkatkan.