This Author published in this journals
All Journal Pena Emas
M. Faza Syihab Al Arifi
Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Transformasi Digital dalam Literasi Keagamaan: Analisis Penggunaan Platform Micro-Video (TikTok dan Reels) Terhadap Pola Konsumsi Pengetahuan Generasi Z Mohammad Noferdi Adam; Ahmad Rosikhul Fahmi; Abdullah Shofa; Rahmad Danuaji; M. Faza Syihab Al Arifi
PenaEmas Vol 4 No 1 (2026): PenaEmas
Publisher : MAN 1 Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64688/jpe.v4i1.80

Abstract

Era transformasi digital telah mengubah cara Generasi Z mengakses dan mengonsumsi pengetahuan keagamaan, khususnya melalui platform micro-video seperti TikTok dan Instagram Reels. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola konsumsi pengetahuan keagamaan Generasi Z pada platform micro-video serta dampaknya terhadap kualitas literasi keagamaan digital mereka. Pendekatan kuantitatif deskriptif digunakan dengan instrumen kuesioner daring yang disebarkan kepada responden berusia 18–26 tahun melalui survei “Spiritualitas Virtual Pemuda Indonesia”. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk menggambarkan distribusi frekuensi preferensi platform, durasi konten, motivasi akses, dan pola resolusi konflik informasi. Hasil penelitian mengungkap tiga temuan utama. Pertama, mayoritas responden memilih konten berdurasi 1–5 menit di TikTok dan Instagram Reels sebagai sumber utama literasi keagamaan mereka, mencerminkan karakteristik “Digital Native” yang mengedepankan efisiensi. Kedua, terdapat paradoks konsumsi di mana kepraktisan akses berbanding terbalik dengan kedalaman pemahaman, memunculkan fenomena literasi pragmatis dan fragmentasi pengetahuan akibat algoritma echo chamber. Ketiga, ketika menghadapi konflik informasi, sebagian besar responden tetap kembali pada otoritas tradisional seperti guru dan ustadz, menunjukkan bahwa teknologi micro-video belum mampu menggantikan peran pedagogi manusia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi digital membentuk pola literasi keagamaan baru yang lebih terfragmentasi, sehingga dibutuhkan model pembelajaran hybrid yang mengintegrasikan jangkauan media digital dengan bimbingan pendidik formal guna membangun literasi keagamaan Generasi Z yang kritis dan komprehensif.