Penelitian ini menyajikan kajian mendalam mengenai pola implementasi budaya kerja dan kaitannya dengan kualitas kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo. Sebagai salah satu kecamatan dengan intensitas pelayanan publik tertinggi di Provinsi Jawa Timur, Kecamatan Waru menjadi konteks yang relevan dan representatif untuk dikaji dalam perspektif reformasi birokrasi berbasis nilai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang memungkinkan penggalian data secara otentik dan kontekstual, dengan tiga instrumen pengumpulan data yang saling melengkapi; observasi partisipatif selama kegiatan magang, wawancara tidak terstruktur dengan aparatur dari berbagai jenjang, serta analisis dokumenter terhadap laporan kinerja, rekap absensi, dan standar operasional prosedur yang berlaku. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa, yang mencakup reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Kecamatan Waru telah mengadopsi nilai-nilai dasar ASN berbasis kerangka BerAKHLAK dalam praktik operasional harian, terutama pada dimensi kedisiplinan, tanggung jawab, dan kerja sama tim antarpegawai. Namun demikian, sejumlah tantangan struktural masih menghambat implementasi yang merata, di antaranya kesenjangan internalisasi nilai antargenerasi, absennya program pembinaan budaya yang terencana secara sistematis, serta keterlambatan adopsi teknologi digital dalam proses pelayanan. Evaluasi kinerja melalui mekanisme Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) menunjukkan hasil yang secara umum masuk kategori baik, meskipun aspek inovasi layanan, pemerataan beban kerja antarseksi, dan pengelolaan sistem penghargaan berbasis prestasi masih memerlukan perhatian serius. Analisis lebih lanjut mengkonfirmasi adanya korelasi positif yang bermakna antara kekuatan internalisasi budaya kerja dengan tingkat kinerja individual maupun kolektif pegawai.