Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Karyawan di Bidang Perhotelan Ahmad Septiyan Saputra; Fathur Rosi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10265

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan pada PT Trillium Office & Residence yang bergerak di bidang perhotelan. Kinerja karyawan menjadi unsur penting dalam menjaga kelancaran operasional, membangun citra perusahaan, dan memastikan terpenuhinya harapan tamu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif-kausal. Populasi penelitian berjumlah 80 karyawan, sedangkan sampel terdiri atas 60 karyawan yang telah bekerja minimal satu tahun dan dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berskala Likert dan dianalisis dengan regresi linier berganda setelah melalui uji validitas, reliabilitas, serta uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,387 dan nilai signifikansi 0,000. Kepuasan kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dengan koefisien regresi sebesar 0,421 dan nilai signifikansi 0,000. Secara simultan, kualitas pelayanan dan kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, ditunjukkan oleh nilai F hitung sebesar 59,421 dan koefisien determinasi sebesar 67,4 persen. Temuan ini menegaskan bahwa kepuasan kerja memiliki pengaruh yang lebih dominan, meskipun peningkatan kualitas pelayanan tetap diperlukan. Oleh karena itu, manajemen perlu memperkuat pelatihan pelayanan, menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, menyediakan kompensasi yang layak, dan membuka kesempatan pengembangan karier untuk meningkatkan kinerja karyawan secara berkelanjutan.
Integrating ESG Principles into Sustainable Fisheries Resource Management: A Strategic Framework for Indonesia's 2045 Blue Economy Vision M. Azizul Khakim; Fathur Rosi
Al-Kharaj: Journal of Islamic Economic and Business Vol. 8 No. 3 (2026): Vol. 8 No. 2 (2026): All articles in this issue include authors from 3 countrie
Publisher : LP2M IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/kharaj.v8i3.11931

Abstract

Marine ecosystems face escalating risks from overfishing, habitat degradation, pollution, and climate change, threatening both biodiversity and the livelihoods of coastal communities dependent on fisheries. Despite growing global commitments to sustainable ocean governance, fisheries management frameworks often lack integrated mechanisms that simultaneously address environmental, social, and governance (ESG) dimensions. This study examines how an ESG framework can be applied to mitigate marine ecosystem risks and advance sustainable fisheries resource management, with particular attention to Indonesia's 2045 Blue Economy Vision. Using a qualitative approach based on literature review and policy analysis, this research identifies key environmental risks (e.g., overexploitation and ecosystem degradation), social dimensions (e.g., community welfare and equitable resource access), and governance gaps (e.g., regulatory enforcement and stakeholder accountability) within the fisheries sector. The findings suggest that integrating ESG principles into fisheries policy can enhance ecosystem resilience, improve regulatory compliance, and strengthen long-term economic sustainability. This study contributes to the discourse on sustainable ocean governance by proposing an ESG-based strategic framework that aligns fisheries management with national blue economy targets, offering practical implications for policymakers, industry stakeholders, and coastal communities seeking to balance ecological preservation with economic growth toward 2045.
Implementasi Budaya Kerja dan Kinerja Karyawan di Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo Kristina Jijin Bhau; Maria Mellania Deflina Djawa; Maria Cindi Elvira Manek; Erlina Yunanti; Fathur Rosi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10139

Abstract

Penelitian ini menyajikan kajian mendalam mengenai pola implementasi budaya kerja dan kaitannya dengan kualitas kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo. Sebagai salah satu kecamatan dengan intensitas pelayanan publik tertinggi di Provinsi Jawa Timur, Kecamatan Waru menjadi konteks yang relevan dan representatif untuk dikaji dalam perspektif reformasi birokrasi berbasis nilai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang memungkinkan penggalian data secara otentik dan kontekstual, dengan tiga instrumen pengumpulan data yang saling melengkapi; observasi partisipatif selama kegiatan magang, wawancara tidak terstruktur dengan aparatur dari berbagai jenjang, serta analisis dokumenter terhadap laporan kinerja, rekap absensi, dan standar operasional prosedur yang berlaku. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa, yang mencakup reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Kecamatan Waru telah mengadopsi nilai-nilai dasar ASN berbasis kerangka BerAKHLAK dalam praktik operasional harian, terutama pada dimensi kedisiplinan, tanggung jawab, dan kerja sama tim antarpegawai. Namun demikian, sejumlah tantangan struktural masih menghambat implementasi yang merata, di antaranya kesenjangan internalisasi nilai antargenerasi, absennya program pembinaan budaya yang terencana secara sistematis, serta keterlambatan adopsi teknologi digital dalam proses pelayanan. Evaluasi kinerja melalui mekanisme Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) menunjukkan hasil yang secara umum masuk kategori baik, meskipun aspek inovasi layanan, pemerataan beban kerja antarseksi, dan pengelolaan sistem penghargaan berbasis prestasi masih memerlukan perhatian serius. Analisis lebih lanjut mengkonfirmasi adanya korelasi positif yang bermakna antara kekuatan internalisasi budaya kerja dengan tingkat kinerja individual maupun kolektif pegawai.
Analisis Kualitas Pelayanan First Mile terhadap Kepuasan Pelanggan di SPX Express Lil Mukmin; Fathur Rosi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11091

Abstract

Pertumbuhan e-commerce meningkatkan kebutuhan terhadap layanan logistik yang cepat, akurat, aman, dan mudah dipantau. Salah satu tahapan penting dalam rantai distribusi adalah first mile, yaitu proses penjemputan paket dari penjual, pemeriksaan awal, pencatatan, dan pengiriman menuju hub atau pusat sortir. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas pelayanan first mile serta keterkaitannya dengan kepuasan pelanggan di SPX Express. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berdasarkan kegiatan magang di SPX Express, Surabaya. Data diperoleh melalui observasi langsung terhadap proses operasional, partisipasi dalam kegiatan kerja, wawancara dengan pegawai yang terlibat, dan dokumentasi pendukung. Analisis dilakukan melalui reduksi data, penyajian temuan, serta penarikan kesimpulan dengan mengacu pada lima dimensi SERVQUAL, yaitu reliability, responsiveness, assurance, empathy, dan tangibles. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan first mile secara umum telah berjalan sesuai prosedur, terutama pada ketepatan proses penjemputan, respons petugas, keamanan penanganan paket, keramahan pelayanan, dan dukungan fasilitas operasional. Namun, masih ditemukan kendala berupa keterlambatan penjemputan pada periode volume tinggi, ketidakseimbangan beban kerja, kondisi lalu lintas, serta koordinasi informasi yang belum selalu konsisten. Temuan ini memperlihatkan bahwa kepuasan pelanggan tidak hanya dipengaruhi oleh keberhasilan paket dijemput, tetapi juga oleh kepastian waktu, kejelasan komunikasi, keamanan, dan kecepatan penyelesaian masalah. Peningkatan koordinasi, pemantauan kinerja, pelatihan petugas, dan penyesuaian kapasitas operasional diperlukan untuk menjaga kualitas layanan secara berkelanjutan.