Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Pengembangan Buku Cerita Anak Berbasis Mitigasi Bencana bagi Guru SD di Nagari Alahan Panjang Yesni Yenti; Ary Kiswanto Kenedi; Refiona Andika; Bella Putri Zain; Mhd. Ridha; Melva Zainil; Sherlyane Hendri; Hamimah Hamimah; Asna Mardin
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v4i2.187

Abstract

Nagari Alahan Panjang merupakan wilayah yang memiliki risiko bencana tanah longsor, banjir, dan cuaca ekstrem, sementara pembelajaran mitigasi bencana di sekolah dasar belum terintegrasi secara optimal dan belum didukung media literasi yang sesuai dengan karakteristik anak. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru sekolah dasar dalam mengembangkan buku cerita anak berbasis literasi mitigasi bencana yang kontekstual dengan kondisi lokal. Kegiatan menggunakan pendekatan pelatihan dan pendampingan partisipatif yang melibatkan 35 guru dari enam sekolah dasar. Pelaksanaan terdiri atas pelatihan selama dua hari dan empat kali pendampingan yang mencakup penyusunan ide, penulisan naskah, penelaahan isi dan bahasa, serta finalisasi produk. Evaluasi dilakukan melalui pretest, posttest, observasi, angket respons, dan penilaian produk oleh tiga orang ahli. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa rata-rata nilai peserta meningkat dari 58,43 menjadi 84,71 atau sebesar 44,98%. Peserta menghasilkan 18 judul buku cerita anak, dengan 16 produk telah selesai dan dua produk masih memerlukan revisi. Penilaian produk memperoleh skor rata-rata 89,35% dan respons peserta mencapai 93,12%, keduanya berada pada kategori sangat baik. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan efektif dalam memperkuat kompetensi guru sekaligus menghasilkan media literasi mitigasi bencana yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran dan mendukung terwujudnya Nagari Alahan Panjang yang adaptif terhadap bencana.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS DIGITAL BERBANTUAN BOOKCREATOR MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA PEMBELAJARAN IPAS KELAS V SEKOLAH DASAR Falsy Rahalyu; Zuryanty Zuryanty; Aissy Putri Zulkarnaini; Hamimah Hamimah
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 11 No. 4 (2026): Regular Issue (In Progress)
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jmp.v11i4.3349

Abstract

This study aimed to develop digital learning media assisted by BookCreator and integrated with Problem Based Learning for fifth-grade IPAS learning, and to determine its validity and practicality. Methods: The study employed research and development using the ADDIE model, which included analysis, design, development, implementation, and evaluation. Needs analysis was conducted in four elementary schools, while product implementation involved three schools. The product was validated by material, media, and language experts. Practicality data were obtained from three fifth-grade teachers and 52 students using Likert-scale questionnaires and analyzed descriptively by percentage. Results: The developed product was a multimedia digital book on community economic activities that combined text, images, audio, video, guiding questions, problem scenarios, and quizzes in accordance with the Problem Based Learning syntax. Expert validation produced scores of 90% for material, 90% for media, and 84% for language, with an overall mean of 88%, categorized as highly valid. Teacher practicality scores were 96%, 96%, and 94%, while student practicality scores were 82%, 91%, and 90% across the three schools. All practicality results were classified as highly practical. Novelty: This study offers an integrated design that does not merely digitize content but organizes multimedia and learning activities around authentic economic problems, allowing BookCreator to function as a structured problem-solving environment for elementary IPAS learning. The media is therefore feasible as an alternative digital resource, although further testing of its effectiveness on learning outcomes and critical thinking is required.