Keterampilan sosial emosional merupakan kemampuan individu dalam mengenali dan mengelola emosi, memahami perasaan orang lain, membangun hubungan sosial yang positif, serta mengambil keputusan yang bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai tingkat keterampilan sosial emosional anak di Satuan Pelayanan Griya Ramah Anak Bandung. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik sensus dengan jumlah responden 44 orang anak yang berada di Satuan Pelayanan Griya Ramah Anak Bandung. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dengan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keterampilan sosial emosional anak berada pada kategori tinggi dengan persentase sebesar 74,02%, yang terdiri dari aspek kesadaran diri sebesar 77,16%, pengelolaan diri sebesar 70,39%, kesadaran sosial sebesar 74,17%, keterampilan menjalin hubungan hubungan sebesar 79,55%, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab sebesar 66,04%. Aspek kesadaran diri, kesadaran sosial, dan keterampilan menjalin hubungan berada pada kategori tinggi, yang menunjukkan bahwa anak mampu mengenali diri, memahami perasaan orang lain, serta membangun hubungan sosial yang positif. Namun aspek pengelolaan diri dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab masih berada pada kategori sedang, yang ditunjukkan dengan adanya kesulitan dalam mengendalikan emosi, mempertahankan disiplin dan motivasi diri, serta mempertimbangkan konsekuensi dari keputusan yang diambil. Berdasarkan hasil tersebut, dirancang Program PATHS ( Promoting Alternative Thinking Strategies) melalui metode kelompok sosialisasi yang fokus pada peningkatan kemampuan pengelolaan diri dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab guna mengoptimalkan keterampilan sosial emosional anak di Satuan Pelayanan Griya Ramah Anak Bandung.