This Author published in this journals
All Journal JURNAL TEKNIK MESIN
Nabiel Nausal Putra
Department of Mechanical Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS KEANDALAN KOMPONEN KRITIS ELECTRICAL SUBMERSIBLE PUMP MENGGUNAKAN METODE RELIABILITY BLOCK DIAGRAM DAN FAULT TREE ANALYSIS Nabiel Nausal Putra; Gunawan Dwi Haryadi; Yusuf Umardani
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 14, No 2 (2026): VOLUME 14, NOMOR 2, APRIL 2026
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Electrical Submersible Pump (ESP) merupakan peralatan penting dalam sistem drainase dan pengendalian banjir karena mampu memindahkan fluida berkapasitas besar. Kegagalan komponen ESP dapat menghentikan proses pemompaan dan meningkatkan waktu henti, sehingga diperlukan analisis keandalan untuk menentukan komponen kritis dan prioritas inspeksi. Penelitian ini menggunakan metode Reliability Block Diagram (RBD), Fault Tree Analysis (FTA), Probability of Failure (PoF), Risk Level Justification (RLJ), dan Risk Based Inspection (RBI). Data penelitian terdiri atas 346 catatan harian breakdown dari enam unit ESP dengan total waktu henti 8.304 jam, yang dikelompokkan menjadi sembilan kejadian kegagalan aktual. Hasil analisis menunjukkan bahwa Pump 2 merupakan unit paling kritis dengan waktu henti 2.520 jam (30,35% dari total). Melalui RBD dan FTA, komponen kritis yang teridentifikasi meliputi bearing assembly, shaft/joint shaft, dan impeller, dengan bearing assembly memiliki PoF tertinggi sebesar 0,3960 dan keandalan 0,6040 pada horizon operasi 720 jam. Berdasarkan Risk Level Justification, ketiga komponen tersebut dikategorikan dalam risiko tinggi hingga kritis. Strategi RBI yang direkomendasikan berfokus pada pemantauan kondisi operasi, inspeksi komponen rotating, pengendalian debris, dan penyediaan spare part kritis guna menekan waktu henti dan meningkatkan keandalan operasi ESP.