Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kompetensi sumber daya manusia (SDM), administrasi pengelolaan keuangan, pengawasan internal, dan koordinasi terhadap realisasi anggaran pada Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Gorontalo. Penelitian dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya perbedaan antara target dan pelaksanaan anggaran pada beberapa kegiatan, sehingga diperlukan identifikasi faktor-faktor internal organisasi yang memengaruhi efektivitas realisasi anggaran. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei eksplanatori. Populasi penelitian terdiri atas 44 aparatur yang terlibat dalam pengelolaan anggaran, dan seluruh populasi dijadikan sampel menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert yang didukung dokumentasi dan wawancara sebagai data pelengkap. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan SmartPLS 4.1.1.8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi SDM (β = 0,338; p < 0,001), administrasi pengelolaan keuangan (β = 0,397; p < 0,001), pengawasan internal (β = 0,506; p < 0,001), dan koordinasi (β = 0,365; p < 0,001) berpengaruh positif dan signifikan terhadap realisasi anggaran. Model penelitian mampu menjelaskan 72,2% variasi realisasi anggaran (R² = 0,722), dengan pengawasan internal sebagai faktor yang memberikan pengaruh paling dominan. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan realisasi anggaran memerlukan penguatan kapasitas SDM, sistem administrasi keuangan, mekanisme pengawasan internal, dan koordinasi antarunit secara terpadu. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan manajemen sektor publik, khususnya dalam menjelaskan determinan realisasi anggaran pada lembaga pemasyarakatan khusus anak, serta menjadi dasar penyusunan kebijakan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan anggaran di lingkungan pemasyarakatan.