Hipertensi merupakan faktor risiko utama terjadinya stroke. Kepatuhan minum obat antihipertensi berperan penting dalam mengendalikan tekanan darah, menurunkan risiko stroke, serta meningkatkan perilaku kontrol tekanan darah. rendahnya kepatuhan pasien terhadap terapi antihipertensi masih menjadi tantangan dalam upaya pencegahan komplikasi. Menganalisis hubungan kepatuhan minum obat antihipertensi dengan risiko terjadinya stroke dan perilaku kontrol tekanan darah pada pasien hipertensi di RSUD Ibu Fatmawati Soekarno Surakarta. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 52 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Kepatuhan minum obat diukur menggunakan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8), risiko stroke menggunakan Stroke Risk Card, dan perilaku kontrol tekanan darah menggunakan Kuisioner Perilaku Kontrol Tekanan Darah. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Sebagian besar responden memiliki kepatuhan minum obat yang baik (53,8%), risiko stroke rendah (40,4%), dan perilaku kontrol tekanan darah yang baik (40,4%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan minum obat antihipertensi dengan risiko terjadinya stroke (p<0,001) serta perilaku kontrol tekanan darah (p<0,001). Kepatuhan minum obat antihipertensi berhubungan signifikan dengan penurunan risiko stroke dan peningkatan perilaku kontrol tekanan darah pada pasien hipertensi. Peningkatan edukasi dan pendampingan kepada pasien diperlukan untuk meningkatkan kepatuhan terapi sehingga dapat mencegah komplikasi stroke.