Kajian ini diselenggarakan di wilayah administrasi Nagari Simpuruik Kecamatan Sungai Tarab Kabupaten Tanah Datar pada tahun 2025 dengan tujuan untuk menganalisis peran penyuluh pertanian dalam pengembangan kelompok tani serta mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi penyuluh di lapangan. Sampel penelitian berjumlah 85 responden anggota kelompok tani yang ditentukan dengan teknik proportional random sampling. Data lapangan didapat melalui pengisian kuesioner dan pelaksanaan wawancara sedangkan data pendukung dikumpulkan dari intansi terkait. Pengolahan data dilakukan dengan menerapkan regresi linear berganda yang dilengkapi dengan pengujian statistik berupa uji F, uji t, koefisien determinasi, serta korelasi Pearson. Hasil analisis menunjukan bahwa seluruh peran penyuluh pertanian secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pengembangan kelompok tani. Namun, secara individual hanya peran fasilitator, inovator, dan edukator yang menunjukkan pengaruh signifikan, sedangkan peran motivator dan dinamisator tidak berpengaruh nyata. Nilai R² sebesar 0,370 menunjukkan bahwa peran penyuluh menjelaskan 37% variasi pengembangan kelompok tani, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Permasalahan utama yang dihadapi penyuluh mencakup keterbatasan sarana dan prasarana, rendahnya motivasi serta partisipasi petani, jumlah penyuluh yang terbatas, kendala pemasaran hasil pertanian, serta kurangnya dukungan berkelanjutan dari program pemerintah.