Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat melalui Pemeriksaan Urin sebagai Upaya Deteksi Dini Gangguan Saluran Kemih pada Remaja Laki-laki (Santri) di PPM An-Nur Tanggulangin Sidoarjo Ellies Tunjung Sar Maulidiyanti; Rahma Widyastuti; Baterun Kunsah; Nirmala Ludiya Lestari
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 10 NOMOR 2 JULI 2026 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jppm.v10i2.29775

Abstract

Kebersihan diri merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan sekaligus mencerminkan implementasi nilai keimanan, sebagaimana tercantum dalam hadis riwayat HR. Muslim “kebersihan adalah sebagian dari iman”. Kejadian ISK pada remaja dapat terjadi karena rendahnya kesadaran terhadap personal hygiene dapat terjadi pada remaja perempuan maupun laki-laki. ISK pada  anak  usia  sekolah  berupa  fasilitas  sekolah  yang  kurang  bersih,  kurangnya kebiasaan hidup bersih, kebiasaan mencuci area perineum dan genital yang salah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran remaja laki-laki (santri) mengenai kebersihan diri melalui edukasi dan pemeriksaan urin sebagai upaya preventif infeksi saluran kemih. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan santri tentang kebersihan diri dalam perspektif Islam serta mengetahui gambaran awal kondisi kesehatan urinaria santri. Mitra pengabdian adalah santri tingkat SMP kelas 7 dan 9 di PPM An-Nur Tanggulangin Sidoarjo dengan jumlah peserta 31 orang. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, diskusi interaktif, survei awal, serta pemeriksaan urin menggunakan metode dipstick. Hasil pemeriksaan menunjukkan sebagian besar santri berada dalam kondisi fisiologis normal, dengan leukosit positif pada 3,2% dan protein urin positif pada 19,4% responden. Seluruh parameter lainnya berada dalam batas normal. Selain itu, seluruh santri menyatakan membutuhkan informasi terkait kebersihan dan pemeriksaan urin. Pelaksanaan edukasi menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman santri mengenai pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat melalui pemeriksaan urin. Hasil pengabdian ini penting sebagai dasar penguatan program promotif dan preventif kesehatan di lingkungan pesantren secara berkelanjutan.