Susanti Br Perangin Angin
Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengabdian Masyarakat Untuk Meningkatkan Pengetahuan Dan Keterampilan Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Menjadi Bahan Bernilai Ekonomis Di Desa Talimbaru Kecamatan Barusjahe Kabupaten Karo Deli Syaputri; Susanti Br Perangin Angin; Samuel Marganda H Manalu; Mustar Rusli; Th.Teddy BS
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI Vol. 4 No. 3 (2026): JULI : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jpma.v4i3.2301

Abstract

Household waste is an environmental problem that continues to increase along with population growth and changes in people's lifestyles. Based on data from the Ministry of Environment and Forestry (KLHK) in 2023, Indonesia produces around 67.8 million tons of waste annually, of which around 37.3% comes from household waste. Ironically, most of this waste has not been managed properly, causing various negative impacts, such as environmental pollution, health problems, and disasters such as floods. Household waste management remains a problem in Talimbaru Village, Barusjahe District, Karo Regency due to the community's lack of knowledge in sorting and utilizing waste. This community service activity aims to improve community knowledge, attitudes, and actions through counseling and training on managing organic and inorganic waste into economically valuable products. The methods used include counseling, demonstrations of composting and ecobrick making, hands-on practice, and evaluation using pre-tests and post-tests for 80 participants. The results of the activity showed an increase in community knowledge from the majority in the low category to all participants in the high category after the training. Positive attitudes and community actions regarding waste management have also increased, marked by the implementation of waste sorting, composting, and the utilization of plastic waste to create ecobricks. These activities effectively increase community capacity in household waste management and support the creation of a cleaner, healthier, and more economically valuable environment.
Pelatihan Peningkatan Kualitas Fisik, Kimia Dan Mikrobiologi Sumber Air Dan Edukasi Rumah Sehat Desa Namobintang Kecamatan Pancur Batu Haesti Sembiring; Jernita Sinaga; Susanti Br Perangin Angin; Halimah Fitriani Pane
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI Vol. 4 No. 3 (2026): JULI : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jpma.v4i3.2492

Abstract

Sumur gali merupakan salah satu sumber air bersih masyarakat di Desa Namo Bintang, Kecamatan Pancur Batu. Kondisi air sumur gali berwarna kuning, berbau karat, dan terdapat lapisan berminyak pada permukaannya sehingga belum memenuhi persyaratan kualitas air. Kondisi sanitasi rumah masyarakat juga masih kurang baik, ditandai dengan kebersihan yang rendah dan penataan barang rumah tangga yang tidak teratur. Kondisi tersebut dapat menyebabkan rumah menjadi sempit serta berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya vektor penyakit, seperti nyamuk dan kecoak, serta binatang pengganggu seperti tikus. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai air bersih yang berkualitas, sanitasi rumah sehat, serta pencegahan vektor dan binatang pengganggu. Selain itu, kegiatan bertujuan melatih masyarakat membuat dan merawat saringan air secara mandiri untuk meningkatkan kualitas sumber air. Metode kegiatan dilakukan melalui analisis situasi, sosialisasi, edukasi, pelatihan pembuatan dan perawatan saringan air, pengujian kualitas air, serta monitoring dan evaluasi. Pengujian kualitas air meliputi parameter fisik, kimia, dan biologi sebelum dan sesudah proses penyaringan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kualitas air setelah penyaringan, dengan nilai TDS menurun dari 179 mg/L menjadi 100 mg/L dan kadar Fe menurun dari 6,593313 mg/L menjadi 0,036476 mg/L. Bakteri E. coli tidak ditemukan baik sebelum maupun setelah penyaringan. Kegiatan juga meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam pengolahan air sumur dan penerapan sanitasi rumah sehat. Persentase masyarakat dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 64,17% sebelum pelatihan menjadi 88% setelah pelatihan. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian masyarakat dalam menyediakan air yang lebih berkualitas serta menciptakan lingkungan rumah yang bersih, sehat, dan bebas dari vektor penyakit.