Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi Kompres Hangat untuk Menurunkan Nyeri Disminore Primer pada Remaja Putri Septi Panggabean; Chintia Amita; Silvina Cecillia Oktaviyani; Melani; Imtinan Nabilah; Siti Marliyati; Dita Prihardina Pertiwi
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI Vol. 4 No. 3 (2026): JULI : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jpma.v4i3.2339

Abstract

Primary dysmenorrhea is one of the reproductive health problems that adolescent girls often experience and can interfere with daily activities. Lack of knowledge about non-pharmacological treatment causes many adolescents to not be able to cope with menstrual pain independently. This community service activity aims to increase the knowledge of young women about giving warm compresses as a simple method to reduce the intensity of primary dysmenorrhea pain. The activity will be held on May 14, 2026 at PMB Veronika Sinaga, Batam City with a target of 12 young women aged 13–18 years. The implementation method is in the form of health counseling through lectures, discussions, demonstrations, and post-test evaluations. The results of the activity showed that all participants participated in the activity until it was finished, actively participated, and 100% obtained a post-test score of ≥70. The education provided increased participants' understanding of the meaning of dysmenorrhea, the benefits of warm compresses, how to use them correctly, and signs that require examination of health workers. This activity proves that health counseling is effective in increasing the knowledge of adolescent girls in handling dysmenorrhea independently. Increased knowledge is expected to encourage the appropriate application of warm compresses to reduce menstrual pain complaints and improve quality of life. Reproductive health education activities like this need to be carried out in a sustainable manner with the active role of health workers, especially midwives, in providing promotive and preventive education.
Pengaruh Kompres Dingin terhadap Penurunan Nyeri Dismenorea pada Remaja Putri Tinta Julianawati; Fitriani Fitriani; Siti Marliyati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1436

Abstract

Disminorea merupakan keluhan umum yang dialami remaja putri saat menstruasi, ditandai dengan nyeri di perut bagian bawah yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan konsentrasi belajar. Penggunaan terapi nonfarmakologis seperti kompres dingin menjadi alternatif yang efektif dan aman untuk mengurangi nyeri haid. Kompres dingin bekerja melalui mekanisme vasokonstriksi, penghambatan konduksi saraf nyeri, dan efek mati rasa lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kompres dingin dalam menurunkan intensitas nyeri disminorea pada remaja putri di SMP Islam Integral Luqman Al-Hakim. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel sebanyak 51 siswi dipilih dengan teknik accidental sampling berdasarkan kriteria inklusi. Intervensi berupa pemberian kompres dingin menggunakan kantong es bersuhu 15-18°C pada perut bagian bawah selama 10 menit. Intensitas nyeri diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan skala Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data dilakukan menggunakan paired sample t-test. Rata-rata skala nyeri sebelum intervensi adalah 6,65 dan sesudah intervensi menjadi 3,75, dengan rata-rata penurunan sebesar 2,9 poin. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah pemberian kompres dingin.Kompres dingin terbukti efektif dalam menurunkan intensitas nyeri disminorea pada remaja putri. Terapi ini dapat menjadi alternatif penatalaksanaan nonfarmakologis yang praktis, aman, dan dapat diterapkan secara mandiri oleh remaja.