Salwiyah S
Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Universitas Halu Oleo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Edukasi Partisipatif bagi Siswa dalam Upaya Perlindungan Ekosistem Pesisir di Desa Kampoh Cina, Kabupaten Konawe Utara Muhammad Ramli; La Ode Alirman Afu; Wa Nurgayah; Arwan Arif Rahman; Baru Sadarun; Salwiyah S; Suci Rahmadani
JUKEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2026): JUKEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, September 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jukemas.v3i3.1827

Abstract

Ekosistem pesisir memiliki peranan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, mendukung keanekaragaman hayati, dan menunjang kehidupan masyarakat pesisir. Tekanan berupa pencemaran, sampah plastik, serta keterbatasan pengetahuan lingkungan menjadi tantangan dalam perlindungan sumber daya pesisir. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, keterampilan, dan partisipasi siswa dalam perlindungan ekosistem pesisir di Desa Kampoh Cina, Kabupaten Konawe Utara. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukasi partisipatif melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, pengamatan lingkungan, identifikasi masalah pesisir, pengenalan pemilahan sampah dan prinsip 3R, serta evaluasi menggunakan pre-test, post-test, dan observasi partisipasi. Sebanyak 24 siswa mengikuti evaluasi. Hasil menunjukkan rata-rata nilai meningkat dari 58,3 pada pre-test menjadi 82,5 pada post-test, dengan selisih 24,2 poin atau peningkatan sebesar 41,5%. Sebanyak 22 siswa (91,7%) mengalami peningkatan nilai, sedangkan 2 siswa (8,3%) belum menunjukkan peningkatan. Capaian tersebut melampaui target keberhasilan minimal 75% peserta. Kegiatan menunjukkan bahwa edukasi partisipatif dapat memperkuat pemahaman siswa mengenai fungsi ekosistem pesisir, ancaman pencemaran dan sampah laut, serta tindakan sederhana untuk menjaga lingkungan. Keberlanjutan program memerlukan kolaborasi sekolah, pemerintah desa, masyarakat, dan perguruan tinggi.