Vidya Chandra Prashanty
Universitas Dharma Andalas

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

INTEGRASI KEARIFAN LOKAL DALAM PERENCANAAN DESTINASI WISATA BUDAYA: KAMPUNG TEMATIK ADAT RIMBO TAROK PADANG Triska Marvidola; Yosi Suryani; Riani Sukma Wijaya; Vidya Chandra Prashanty; Fauziah Fitri
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 3 (2026): June 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i3.6944

Abstract

Abstract: This study aims to analyse the integration of local wisdom into cultural tourism destination planning in the Rimbo Tarok Traditional Thematic Village, Padang City. A descriptive quantitative approach was employed, focusing on five destination planning dimensions: attraction, accessibility, amenities, ancillary services, and promotion. Primary data were collected through questionnaires distributed to 55 respondents, consisting of 50 statement items measured using a five-point Likert scale. Data were analyzed using IBM SPSS Statistics through validity testing, reliability testing, descriptive statistics, and a One-Sample t-Test with a test value of 3. The results showed that all questionnaire items were valid and the overall instrument demonstrated excellent reliability, with a Cronbach’s Alpha of 0.963. Attraction obtained the highest mean score (3.738), followed by amenities (3.480), accessibility (3.251), promotion (3.138), and ancillary services (2.951). Overall, the mean score was 3.312, with t = 3.954 and p < 0.001. These findings indicate that local wisdom-based destination planning is generally perceived positively. However, strengthening ancillary services, institutional management, and tourism promotion should be prioritized to support the sustainable development of Rimbo Tarok as a cultural tourism destination. Keywords: Local Wisdom; Destination Planning; Cultural Tourism; Thematic Village; Sustainable Tourism.   Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi kearifan lokal dalam perencanaan destinasi wisata budaya di Kampung Tematik Adat Rimbo Tarok, Kota Padang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan lima dimensi, yaitu atraksi, aksesibilitas, amenitas, ancillary service, dan promosi. Data diperoleh melalui kuesioner kepada 55 responden yang dipilih menggunakan Teknik purposive sampling meliputi akademisi, pemerintah, masyarakat, pokdarwis dan pengunjung. Dengan 50 butir pernyataan menggunakan skala Likert 1–5. Analisis dilakukan menggunakan IBM SPSS Statistics melalui uji validitas, reliabilitas, statistik deskriptif, dan One Sample t-Test dengan nilai pembanding 3. Hasil penelitian menunjukkan seluruh item valid dan instrumen memiliki reliabilitas sangat baik dengan Cronbach’s Alpha sebesar 0,963. Nilai rata-rata tertinggi terdapat pada atraksi (3,738), diikuti amenitas (3,480), aksesibilitas (3,251), promosi (3,138), dan ancillary service (2,951). Secara keseluruhan, nilai rata-rata sebesar 3,312 dengan t = 3,954 dan p < 0,001. Hasil ini menunjukkan bahwa perencanaan destinasi berbasis kearifan lokal dinilai positif, namun penguatan layanan pendukung, kelembagaan, dan promosi masih perlu diprioritaskan. Kata kunci: Kearifan Lokal; Perencanaan Destinasi; Wisata Budaya; Kampung Tematik; Wisata Berkelanjutan.
BUKU ILUSTRASI SEBAGAI MEDIA PENGENALAN DAN PELESTARIAN TRADISI MALAMANG MINANGKABAU KEPADA GENERASI MUDA Vidya Chandra Prashanty; Muhammad Refki Novesar
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.5763

Abstract

Abstract: The Malamang tradition is a hereditary tradition originating from Minangkabau, West Sumatra. This tradition has a deep cultural and symbolic value for the Minangkabau people, but along with the times this tradition is rarely found, especially among teenagers. This design has two objectives, namely; 1.) Determine the relevant and representative visual elements of the lamang and malamang traditions. 2.) Designing a visual concept that is able to represent the values and philosophy of Minangkabau culture in the lamang and malamang traditions. This design uses the design thinking method, namely empathize, define, ideate, prototype, and test. The data collection method is done with observation, interview, literature study and documentation techniques. The theory applied to this design is design theory. The results of this design are; 1.) The application of visual elements consists of characters and materials in the malamang tradition. 2.) The visualization of the illustration book consists of color, typography, layout and illustrations that are done by the stages of designing concepts, sketches, and editing. Based on the trial of design work that has been done through interviews with audiences and sources, the results show that the design in the illustration book is able to produce positive results on efforts to preserve the typical Minangkabau malamang tradition in the form of illustration books. Keyword: Tradition, Design Thinking, Illustration Book Abstrak: Tradisi Malamang merupakan tradisi turun temurun yang berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat. Tradisi ini memiliki nilai budaya dan simbolis yang mendalam bagi masyarakat Minangkabau, namun seiring perkembangan jaman tradisi ini sudah jarang ditemukan, terutama di kalangan para remaja. Perancangan ini memiliki dua tujuan yaitu; 1.) Menentukan elemen-elemen visual yang relevan dan representatif dari tradisi lamang dan malamang. 2.) Merancang konsep visual yang mampu merepresentasikan nilai-nilai dan filosofi budaya Minangkabau dalam tradisi lamang dan malamang. perancangan ini menggunakan metode design thinking yaitu empathize, define, ideate, prototype, dan test. Metode pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, studi literatur dan dokumentasi. Teori yang diterapkan pada perancangan ini adalah teori desain. Hasil dari perancangan ini yaitu; 1.) Penerapan elemen – elemen visual terdiri dari karakter dan bahan bahan dalam tradisi malamang. 2.) visualisasi buku ilustrasi terdiri warna, tipografi, layout dan ilustrasi yang dilakukan degan tahap merancang konsep, sketsa, dan editing. Buku ilustrasi yang telah dirancang kemudian dilakukan uji coba dan analisis karya buku ilustrasi tradisi malamang. berdasarkan uji coba karya desain yang telah dilakukan melalui wawancara kepada audiens dan narasumber, hasil menunjukkan bahwa desain dalam buku ilustrasi mampu menghasilkan hasil positif terhadap Upaya pelestarian tradisi malamang khas Minangkabau dalam bentuk buku ilustrasi. . Kata kunci: Tradisi, Desain Thinking, Buku Ilustrasi
CERITA BUDAYA DALAM PARIWISATA GASTRONOMI DI SUMATRA BARAT Muhammad Refki Novesar; Vidya Chandra Prashanty; Ayang Khairunnisa
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/b97fa288

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the role of cultural narratives in gastronomic tourism practices in West Sumatra, particularly in shaping tourists' perceptions, experiences, and interest in visiting. A qualitative research approach was used with in-depth interviews, participatory observation, and documentation techniques. The findings of this study show that cultural narratives in Minangkabau gastronomy are socially constructed through the transmission of traditional values and institutionalized culinary practices. The context of narrative tourism has undergone strategic changes to bridge the differences in the audience's backgrounds without losing its philosophical essence. Cultural stories are conveyed through interpersonal communication and structured interpretations in tour packages, which are then contextualized by tourists. Narratives have been proven to expand the gastronomic experience from mere sensory evaluation to a holistic experience, involving emotional, educational, aesthetic, and reflective dimensions.   Keywords: Gastronomic Tourism, Cultural Stories, and West Sumatra   Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis peran cerita budaya dalam praktik pariwisata gastronomi di Sumatera Barat, khususnya dalam membentuk persepsi, pengalaman, dan minat kunjungan wisatawan. Pendekatan penelitian kualitatif dengan teknik wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil temuan dalam penelitian menunjukkan bahwa cerita budaya dalam gastronomi Minangkabau dikonstruksi secara sosial melalui transmisi nilai adat dan praktik kuliner yang terinstitusionalisasi. Konteks pariwisata narasi mengalami perubahan strategis untuk menjembatani perbedaan latar belakang wisatawan tanpa menghilangkan esensi filosofisnya. Cerita budaya disampaikan melalui komunikasi interpersonal maupun interpretasi terstruktur dalam paket wisata, yang kemudian dimaknai secara kontekstual oleh wisatawan. Narasi terbukti memperluas pengalaman gastronomi dari sekadar evaluasi sensorik menjadi pengalaman yang holistik, melibatkan dimensi emosional, edukatif, estetis, dan reflektif.   Kata kunci: Pariwisata gastronomi, Cerita Budaya, dan Sumatra Barat