Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesenjangan antara harapan dan kenyataan pelaksanaan kompetensi pedagogik guru Pendidikan Agama Islam (PAI), di mana pemahaman peserta didik masih rendah meskipun pembelajaran berjalan sesuai jadwal. Penelitian bertujuan mendeskripsikan kompetensi pedagogik guru PAI, upaya peningkatannya, serta kendala dan solusinya di SMP Islam Terpadu Mutiara Aulia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru PAI, peserta didik, dan orang tua, lalu dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil menunjukkan bahwa berdasarkan wawancara, kompetensi pedagogik guru tergambar cukup baik, namun observasi menunjukkan kesenjangan: guru menyamaratakan penyampaian pembelajaran meskipun sebagian peserta didik belum paham, modul ajar masih memerlukan bimbingan kepala sekolah, sebagian peserta didik masih bermain dan bosan, serta guru tetap melanjutkan materi baru meskipun sebagian peserta didik belum memahami materi sebelumnya. Upaya peningkatan kompetensi dilakukan guru melalui lesson study, seminar daring, dan tutorial YouTube, serta sekolah melalui supervisi akademik dan pelatihan. Kendala utama berupa rendahnya motivasi guru, keterbatasan waktu, dan dana, dengan solusi berupa kewajiban pengembangan kompetensi, alokasi anggaran, coaching, dan pemanfaatan teknologi informasi. Temuan ini menegaskan pentingnya triangulasi data dalam menilai kompetensi pedagogik guru secara objektif.