Muhammad Rapono
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Urgensi Penyusunan Tes Hasil Belajar: Upaya Menemukan Formulasi Tes Yang Baik dan Benar Muhammad Rapono; Safrial Safrial; Candra Wijaya
JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL Vol 11, No 1 (2019): JUPIIS (JURNAL PENDIDIKAN ILMU ILMU SOSIAL) JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jupiis.v11i1.12227

Abstract

Evaluation is a process that includes measurement and may also contain decision making about values. Tests are ways that are used or procedures taken in the framework of measurement and assessment in the field of education, which provides assignments and a series of tasks given by the teacher so that values can be symbolized by students' behavior or achievements. The learning outcomes of each student are compared with the level of achievement of competencies in instructional objectives. There are three things that are important in terms of the test, first is the term measurement. Giving tests (testing is part of measurement activities) Both tests are a tool to measure a sample of knowledge or abilities possessed by a person Third, tests are interpretations of numbers obtained to determine whether a person is good enough or not to learn in achieving a goal. learning or teaching needs to be evaluated in order to know the level of exhaustion of the planned goals so that in the teaching process produces students who have high cognitive, affective and psychomotor aspects and also have an impact on the progress of the nation.
AKTUALISASI TAREKAT NAQSABANDIYAH DALAM PENDIDIKAN ISLAM: Analisis Terhadap Tareqat Naqsabandi Jabal Hindi Sunggal Muhammad Rapono; Amroeni Drajat; Salminawati Salminawati
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 01 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v11i01.3797

Abstract

Pada dasarnya bertarikat melahirkan kondisi batin yang kurang tenang dan kurang stabil sehingga melahirkan perilaku sosialnya baik. Hal ini merupakan bagian terpenting dari pendidikan, pendidikan itu sendiri berujuan memperbaiki akhlaq atau adab yang di istilahkan dalam pendidikan dengan Ta’dib, sedangkan bertarikat menjunjung tinggi adab. Hal inilah yang menjadi kajian dalam artikel ini bahwa Tarikat Naqsabandy Jabal Hindi merupakan tarikat dengan sanad Syekh Bahauddin Naqsabandy. Metode penelitian dalam meproleh data menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fonomenologi. Berdasarkan uraian dan analisis data maka ditemukan dalam penelitian ini bahwa pengikutTarekat Naqsabandiyah sebelumnya merupakan orang-orang biasa seperti pada umumnya, mayoritas masih awam dengan ilmu agama, minim dalam pelaksanaan praktik-praktik ibadah baik ibadah khusus maupun ibadah umum. Mayoritas juga memiliki perilaku sosial yang kurang baik dan bahkan banyak sekali yang bersifat temperamental, merasa tidak tenang dan tidak mampu mengedalikan emosinya. Setelah mengikuti Tarekat Naqsabandiyah, banyak sekali perubahan-perubahan yang dirasakan oleh jamaah Tarekat Naqsabandiyah. Meraka menjadi lebih tekun beribadah, baik yang ibadah wajib maupun sunah, perilaku kesehariannya terhadap keluraga maupun masyarakat sekitar menjadi lebih baik, lebih sabar dan tidak lagi temperamental. Semakin gemar dan giat menuntut ilmu (ilmu-ilmu Agama), juga tetap bersemangat dan seimbang dalam memenuhi kebutuhan dunia akhirat. Perubahan sifat dan sikap menuju ke arah yang semakin baik, baik dari segi pengetahuan agama, akhlak, ibadah, keimanan, ketenangan ruhaniah/mental merupakan indikasi adanya kontribusi Tarekat Naqsabandiyah terhadap Pendidikan Agama Islam dan perilaku social.
Challenges and Strategies of Islamic Education Teachers in Fostering Students’ Moral Character Nur Asiah; Muhammad Rapono
Urwatul Wutsqo: Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman Vol. 14 No. 2 (2025): Sociocultural Islamic Education
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) IAI Al Urwatul Wutsqo - Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54437/urwatulwutsqo.v14i2.2713

Abstract

This study aims to analyze the challenges and strategies implemented by Islamic Religious Education teachers in fostering students’ character at SMP Al-Hidayah Medan. Using a qualitative approach with observation, interviews, and documentation techniques, it was found that PAI teachers face various internal challenges, such as declining student interest in religious subjects, limited teacher motivation and knowledge in utilizing educational technology, and a lack of variety in teaching methods. External challenges include the negative influence of social media, a global culture that promotes individualism and materialism, and minimal family support in shaping students’ character. To address these challenges, PAI teachers at SMP Al-Hidayah Medan employ active learning strategies such as discussions, case studies, and involving students in religious activities like congregational prayers and Islamic studies. Teachers also collaborate with homeroom teachers and parents to monitor students’ character development outside of school. This study emphasizes that the success of character building requires synergy between schools, families, and the community, as well as creativity and exemplary conduct from teachers to achieve optimal character education outcomes.