p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Komprehenshif
Arif Mustofa
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, STKIP PGRI Pacitan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penggunaan Media Gambar Berseri Dalam Keterampilan Menulis Teks Deskriptif Siswa Kelas VII MTs Muhammadiyah 04 Gembuk M. Jihan Falifi S; Arif Mustofa; Bakti Sutopo
Komprehensif Vol 4 No 2 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan secara mendalam tiga aspek utama, yaitu (1) pelaksanaan pembelajaran menulis teks deskriptif menggunakan media gambar berseri, (2) respons dan perilaku belajar siswa selama proses tersebut berlangsung, serta (3) hasil kemampuan menulis teks deskriptif siswa kelas VII MTs Muhammadiyah 04 Gembuk setelah penerapan media tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek guru Bahasa Indonesia dan sembilan belas siswa kelas VII pada semester genap tahun ajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam tidak terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, dan diuji keabsahannya melalui triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pelaksanaan pembelajaran menggunakan media gambar berseri bertema "Kegiatan Kemah di Pinggir Danau" berlangsung efektif melalui tahap pra-menulis, penyusunan draf berbasis visual dalam kelompok kerja heterogen, serta penyuntingan mandiri dan publikasi, dengan guru berperan aktif memberikan bimbingan bertahap; (2) respons siswa menunjukkan dampak positif berupa peningkatan antusiasme, rasa percaya diri, dan interaksi sosial yang berpusat pada siswa; serta (3) seluruh siswa (19 anak) mencapai ketuntasan menulis dengan rentang nilai 91–99, dengan media gambar berseri berfungsi sebagai jangkar kognitif yang memperkuat kematangan struktur retorika teks dan variasi pilihan kata sifat. Temuan ini membuktikan bahwa media gambar berseri efektif digunakan sebagai alternatif media pembelajaran menulis teks deskriptif pada jenjang Madrasah Tsanawiyah.
Karakteristik dan Faktor Penyebab Kesulitan Membaca Siswa Non-Reader di Sekolah Menengah Kejuruan Geyandra Firdaus Saputra Gakahfi; Arif Mustofa; Sri Pamungkas
Komprehensif Vol 4 No 2 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik kesulitan membaca dan faktor-faktor yang memengaruhinya pada siswa non-reader di SMKN Pringkuku, sebuah persoalan yang penting dikaji karena secara ideal siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) seharusnya telah berada pada tahap membaca lanjut, bukan lagi tahap membaca permulaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi multi-kasus pada dua siswa non-reader kelas Teknik Sepeda Motor (TSM), dengan data dikumpulkan melalui observasi langsung terstruktur berjenjang (huruf, suku kata, kata, kalimat, dan teks pendek) serta wawancara semi-terstruktur kepada siswa, guru, dan orang tua. Data dianalisis menggunakan tiga kerangka teori yang saling melengkapi, yaitu tahap perkembangan membaca Jeanne S. Chall, Simple View of Reading dari Gough dan Tunmer, serta teori sosiokultural Lev Vygotsky. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua narasumber berada pada tahap awal perkembangan membaca dengan hambatan yang dominan terletak pada komponen decoding, bukan pada pemahaman bahasa. Narasumber B menunjukkan hambatan yang luas dan tidak stabil dalam pengenalan huruf hingga teks, sedangkan Narasumber A menunjukkan hambatan yang lebih terbatas pada proses penggabungan bunyi untuk kata yang belum familiar. Faktor internal berupa lemahnya penguasaan keterampilan membaca dasar dan faktor eksternal berupa kontinuitas pendampingan orang tua serta scaffolding guru terbukti menjadi variabel pembeda capaian kedua narasumber. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan bagi guru dan sekolah dalam merancang pendampingan membaca yang lebih tepat sasaran bagi siswa non-reader.