Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik kesulitan membaca dan faktor-faktor yang memengaruhinya pada siswa non-reader di SMKN Pringkuku, sebuah persoalan yang penting dikaji karena secara ideal siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) seharusnya telah berada pada tahap membaca lanjut, bukan lagi tahap membaca permulaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi multi-kasus pada dua siswa non-reader kelas Teknik Sepeda Motor (TSM), dengan data dikumpulkan melalui observasi langsung terstruktur berjenjang (huruf, suku kata, kata, kalimat, dan teks pendek) serta wawancara semi-terstruktur kepada siswa, guru, dan orang tua. Data dianalisis menggunakan tiga kerangka teori yang saling melengkapi, yaitu tahap perkembangan membaca Jeanne S. Chall, Simple View of Reading dari Gough dan Tunmer, serta teori sosiokultural Lev Vygotsky. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua narasumber berada pada tahap awal perkembangan membaca dengan hambatan yang dominan terletak pada komponen decoding, bukan pada pemahaman bahasa. Narasumber B menunjukkan hambatan yang luas dan tidak stabil dalam pengenalan huruf hingga teks, sedangkan Narasumber A menunjukkan hambatan yang lebih terbatas pada proses penggabungan bunyi untuk kata yang belum familiar. Faktor internal berupa lemahnya penguasaan keterampilan membaca dasar dan faktor eksternal berupa kontinuitas pendampingan orang tua serta scaffolding guru terbukti menjadi variabel pembeda capaian kedua narasumber. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan bagi guru dan sekolah dalam merancang pendampingan membaca yang lebih tepat sasaran bagi siswa non-reader.
Copyrights © 2026