Ni Wayan Armerinayanti
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Karakteristik Pasien Otitis Media Supuratif Kronis di Rumah Sakit Mangusada Ni Putu Eka Widiantari; Agus Santosa; Ni Wayan Armerinayanti; Saraswati Laksmi Dewi
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 9 (2026): Volume 6 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i9.24576

Abstract

ABSTRACT Chronic suppurative otitis media (CSOM) remains a significant health problem as it contributes to hearing impairment and serious complications, particularly in developing countries. Although the number of CSOM cases at Mangusada Hospital has increased in recent years, local data on the characteristics of CSOM patients at this hospital remain limited. This study aimed to describe the characteristics of CSOM patients at Mangusada Hospital, including age, sex, clinical symptoms, history of infection, and comorbidities. This study used a cross-sectional design with a descriptive observational approach. Data were obtained from the medical records of CSOM patients who met the inclusion and exclusion criteria. A total of 141 patients were included using consecutive sampling. The results showed that most CSOM patients were in the adult age group (18–59 years), with a higher proportion of females than males. The most common clinical symptom was otorrhea, and the majority of patients experienced only one clinical symptom. More than half of the patients had no documented history of infection or comorbidities in their medical records. Middle-aged females need to improve ear hygiene to prevent the incidence of suppurative media otitis. Keywords: Characteristics, Chronic, Hearing, Otitis Media, Suppurative.  ABSTRAK Otitis media supuratif kronis (OMSK) masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan karena berkontribusi terhadap gangguan pendengaran dan komplikasi serius, terutama di negara berkembang. Meskipun jumlah kasus OMSK di Rumah Sakit Mangusada menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir, hingga saat ini belum tersedia data lokal yang menggambarkan karakteristik pasien OMSK secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik pasien OMSK di Rumah Sakit Mangusada berdasarkan usia, jenis kelamin, gejala klinis, riwayat infeksi, dan penyakit penyerta. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan deskriptif observasional. Data diperoleh dari rekam medis pasien OMSK yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, dengan jumlah sampel sebanyak 141 pasien yang diambil menggunakan metode consecutive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien OMSK berada pada kelompok usia dewasa (18–59 tahun) sebesar 60,2%, dengan proporsi perempuan (55,3%) lebih banyak dibandingkan laki-laki (44,7%). Gejala klinis yang paling sering ditemukan adalah telinga keluar cairan (otorrhea) pada 71,6% pasien, diikuti nyeri telinga (24,8%), tinnitus (17,7%), gangguan pendengaran (17,0%), dan rasa penuh pada telinga (13,5%). Sebagian besar pasien (59,6%) hanya mengalami satu gejala klinis. Lebih dari setengah pasien (56,7%) tidak memiliki riwayat infeksi yang tercatat dalam rekam medis, sementara 21,3% memiliki riwayat infeksi telinga dan 19,1% memiliki riwayat infeksi saluran pernapasan atas. Sebagian besar pasien (54,6%) tidak memiliki penyakit penyerta. Pasien wanita dengan usia pertengahan perlu menjaga kebersihan telinga sehingga penyakit otitis media supuratif dapat dicegah. Kata Kunci: Karakteristik, Kronis, Otitis Media, Pendengaran, Supuratif.