This Author published in this journals
All Journal Jurnal Global Ilmiah
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Efektivitas Pengawasan Kesyahbandaran terhadap Kelaiklautan Kapal – Kapal Wisata di KSOP Kelas IV Celukan Bawang Bali Tri Kurnia Putra; Kuncowati; Dedy Kristiawan
Jurnal Global Ilmiah Vol. 3 No. 11 (2026): Jurnal Global Ilmiah
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/jgi.v3i11.414

Abstract

Keselamatan pelayaran kapal wisata sangat bergantung pada efektivitas pengawasan kesyahbandaran dalam memastikan kelaiklautan kapal sebelum berlayar, mengingat tingginya risiko kecelakaan di laut apabila aspek ini diabaikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pengawasan kesyahbandaran terhadap kelaiklautan kapal wisata di wilayah kerja KSOP Kelas IV Celukan Bawang, mengidentifikasi hambatan yang dihadapi, serta merumuskan upaya peningkatan kepatuhan operator kapal wisata dalam menjamin keselamatan pelayaran. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam terhadap 6 informan (Kepala SHSK, Marine Inspector, Kepala Wilker Pegametan, perwira jaga, pemilik kapal, dan nakhoda), serta dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan teknik sebab-akibat dengan fishbone diagram guna mengidentifikasi berbagai faktor yang mempengaruhi efektivitas pengawasan secara sistematis dan komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan telah berjalan melalui pemeriksaan dokumen, kondisi fisik kapal, alat keselamatan, kompetensi nakhoda, dan kapasitas penumpang sebelum penerbitan Surat Persetujuan Berlayar. Namun, efektivitasnya belum optimal karena masih ditemukan dokumen kedaluwarsa, alat keselamatan usang, nakhoda tanpa Sertifikat Kecakapan Kepelautan (SKK), dan kelebihan muatan penumpang yang berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran. Hambatan utama meliputi keterbatasan sarana patroli, belum adanya pos pengawasan, konsistensi prosedur yang belum seragam antarpetugas, kepatuhan operator yang tidak merata, serta risiko cuaca dan gelombang yang memengaruhi pelaksanaan pengawasan di lapangan. Kesimpulan penelitian ini adalah pengawasan kesyahbandaran perlu diperkuat melalui penyusunan profil risiko kapal, digitalisasi riwayat pemeriksaan, peningkatan kapasitas petugas, program budaya keselamatan, pengadaan sarana patroli, dan penguatan koordinasi lintas instansi untuk mewujudkan pengawasan yang preventif, terukur, dan berkelanjutan, sehingga risiko kecelakaan pelayaran kapal wisata dapat diminimalkan secara signifikan di masa mendatang.