Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur pasar serta daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) karangan bunga di Kota Solok dengan menggunakan pendekatan teori struktur pasar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya jumlah pelaku usaha karangan bunga yang memunculkan persaingan semakin kompetitif, sehingga diperlukan pemahaman mengenai karakteristik struktur pasar dan faktor-faktor yang memengaruhi daya saing usaha. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang didukung oleh data kuantitatif. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara dengan pelaku usaha, dokumentasi, serta penyebaran kuesioner kepada pemilik UMKM karangan bunga di Kota Solok. Analisis dilakukan berdasarkan indikator struktur pasar yang meliputi jumlah penjual, tingkat diferensiasi produk, hambatan masuk pasar, penguasaan pangsa pasar, dan intensitas persaingan antar pelaku usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM karangan bunga di Kota Solok memiliki karakteristik struktur pasar persaingan monopolistik. Kondisi ini ditandai oleh banyaknya pelaku usaha yang menawarkan produk sejenis dengan diferensiasi pada aspek desain, kualitas bahan, kreativitas, harga, serta pelayanan kepada pelanggan. Hambatan masuk pasar relatif rendah sehingga memungkinkan munculnya pelaku usaha baru, namun kemampuan berinovasi menjadi faktor pembeda utama dalam memenangkan persaingan. Daya saing UMKM dipengaruhi oleh kreativitas produk, inovasi desain, kualitas pelayanan, pemanfaatan media digital sebagai sarana promosi, serta kemampuan membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa peningkatan inovasi produk, penguatan kompetensi sumber daya manusia, adopsi teknologi digital, dan dukungan pemerintah melalui pelatihan serta akses pemasaran merupakan strategi yang penting untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan UMKM karangan bunga di Kota Solok.