Hipertensi merupakan penyakit kronis yang menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia. Kepatuhan dalam menjalani terapi obat sangat penting untuk mencapai pengendalian tekanan darah yang optimal. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi kepatuhan terapi adalah persepsi pasien terhadap penyakit yang dideritanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan persepsi penyakit dengan tingkat kepatuhan terapi obat pada pasien hipertensi di Desa Limbangan Wetan, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang. Sampel penelitian berjumlah 150 pasien hipertensi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Persepsi penyakit diukur menggunakan Brief Illness Perception Questionnaire, sedangkan kepatuhan terapi obat diukur menggunakan Medication Adherence Report Scale. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki persepsi penyakit kategori kurang (70,0%) dan tingkat kepatuhan terapi obat kategori tidak patuh (88,0%). Analisis bivariat menunjukkan nilai p sebesar 0,742 (p>0,05), yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi penyakit dengan tingkat kepatuhan terapi obat. Disimpulkan bahwa persepsi penyakit bukan merupakan faktor yang berhubungan dengan kepatuhan terapi obat pada pasien hipertensi. Edukasi dan intervensi yang mempertimbangkan faktor lain perlu dilakukan untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan pasien hipertensi.